Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Sehangat Pelukan Hujan (Bunda)

Sehangat Pelukan Hujan (Bunda)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (VLAOSTUDIO)
Ilustrasi. (VLAOSTUDIO)

dakwatuna.com

rasa siluet hadir dalam gelapnya lautan hati…
bercampur racun dan setitik madu…
ketika angin bertanya, sedang apa aku?
aku adalah hembusannya yang lembut
dilalui debu dan diacuhkan waktu…

aku berkata dalam setiap bisikannya
menitipkan serpihan cinta
untukmu bunda…
untuknya… saat bintang berkedip

tapi langit?
belum bertirai malam
bisikan pun tertahan…
menyapa dalam ingatan
angkasa pun berdebar rindu

menunggu…
sampai angin bertemu debu
membentuk gumpalan rindu
dalam setiap tetes hujan
yang membasahi kata-kataku…
antara siluet dan aku…

meredam rindu menjadi haru…
mengurai kata menjadi cinta
mengubah angin menjadi hujan

kini aku seperti hujan…
memintamu menghadirkan aku
kau pun akan merasakan
bahwa hujan memelukmu dengan hangat…
bunda…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi dan Pengajar.

Lihat Juga

Surat Cinta dari Mahasiswa untuk MUI