Home / Pemuda / Cerpen / Akhir

Akhir

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

kuburandakwatuna.com – Suatu hari, ada seorang turis berkunjung ke rumah seorang kakek. Dipandanginya seluruh ruangan rumah kakek, tidak ada yang istimewa. Bahkan, untuk hiasan-hiasan dinding pun tak ada. Semuanya hampir kosong. Bersih. Kebetulan juga kakek ini hanya tinggal sendiri di rumah.

“Kek, rumahmu sepi sekali. Tak ada barang-barang berharga?”

“Barang-barang berhargaku sudah ku berikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan”

“Tapi, tidakkah kakek hendak menyimpannya juga sebagai kenang-kenangan?”

“Tidak. Apakah kamu ke Indonesia membawa semua barang-barang yang ada di rumahmu?”

“Tidak kek. Saya hanya sebentar ke Indonesia. Saya kan turis”, si Turis bingung.

“Ya, begitulah Nak. Kakek juga hanya seorang Turis di dunia. Yang suatu saat kita akan kembali lagi ke sana. Ke akhirat. Tanpa membawa apa pun. Kecuali amal dan selembar kain putih di alam kubur”

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta angkatan 2011.

Lihat Juga

penghafal Al-Qur'an anak Palestina

Keistimewaan Para Penghafal Al-Quran di Dunia