Home / Arsip Kata Kunci: sendiri

Arsip Kata Kunci: sendiri

Biarkan Aku Sendiri

Kesendirian tidak mutlak menyakitkan. Bahkan dengan kesendirian menyadarkan kita dari hingar bingar dunia yang melalaikan untuk kembali bersimpuh merasakan betapa besarnya Kekuasaan Allah. Batin memang butuh jeda sejenak, beristirahat untuk menyibak baik-buruknya amal yang selama ini telah kita perbuat. Dan juga butuh nutrisi untuk kita kembali menapaki langkah kehidupan dengan tegap.

Baca selengkapnya »

Yang Terlahir dari Kesendirian

Dari kesendirian ini semoga menjadikan kami sempat memungut apa yang tercecer dari derap langkah saudara-saudara kami di depan sana. Dari kesunyian ini semoga kami bisa mengais apa yang terlewatkan dari hiruk pikuk mereka yang berada di garis depan. Sekadar menopang ketika mereka goyah, menyisakan bekal ketika mereka haus dan lelah.

Baca selengkapnya »

Sendiri?

Bukan Putri Malu, Tapi Hatimu lebih sensitif dari Putri Malu, Tak Perlu disentuh seseorang, Karena Perasaan malu hadir dari Kepekaan Iman. Bukan sebatang Pohon yang tak memiliki Teman, Tapi Batang Selalu bersama dengan Akar di dasar, Lihatlah Pohon Kurma, Ia tumbuh secara tunggal, Walau hanya Dengan akar tunggal, Tapi daun dan buahnya yang menemani kehidupan.

Baca selengkapnya »

Mentalitas Pendidik

Saya tertarik membaca status seorang teman di akun jejaring sosial Facebook. Bunyinya, “sehari menjadi guru, seumur hidup menjadi orang tua”. Ada pesan moral agung dan kontekstual di situ. Menjadi guru berarti bersedia menjadi orangtua. Murid bukan sekadar sebagai obyek pengajaran, tetapi juga harus diberikan pendidikan dan kasih sayang laiknya anak sendiri.Ini tentu bukan pekerjaan mudah.

Baca selengkapnya »

Mengapa Menunda Menikah?

tulah sejumlah alasan yang dikemukakan sehingga merasa diri absah untuk tidak segera melaksanakan pernikahan. Ada perhitungan yang sangat matematis mengenai hidup, bahwa biaya-biaya hidup itu linear, kalau satu orang hidup memerlukan uang satu juta rupiah sebulan, maka dua orang berarti dua juta, kalau empat orang berarti empat juta rupiah. Ia merasa belum mampu membiayai hidupnya sendiri.

Baca selengkapnya »

Life Is Choice

SEJAK AWAL, manusia itu merupakan makhluk yang paling ababil di antara makhluk hidup yang ada. Kata ababil sendiri merupakan dari singkatan ABG labil yang jika dicari di KBBI – Kamus Besar Bahasa Indonesia – akan didapatkan arti labil /la·bil/ adalah 1 goyah; tidak mantap; tidak kokoh (tt bangunan, pendirian, dsb). Nah?! Kenapa makhluk yang paling labil??

Baca selengkapnya »

Menjaring Matahari

ranting yang kering, tanpa dedaunan, angin malam berdesir, hanya gemeretak ranting di peraduan, berdenyit, menyertai hari-hari dan bergantinya waktu, kumandang adzan telah berbilang, merdu mengalun melukis irama hidup, menegur hembusan nafas tangkai dan daun yang kering kerontang, namun masih berdiri.... sendiri, sambil berbisik lirih, “Tuhan, aku masih ada!”.

Baca selengkapnya »