Home / Arsip Kata Kunci: akhirat

Arsip Kata Kunci: akhirat

Sahabat Akhirat

Kutahu keimananku tak sekuat Khadijah binti Khuwailid. Yang rela ikhlas menyumbangkan hartanya di jalan Allah. Kutahu kecakapanku jauh dibanding Aisyah binti Abu Bakr. Yang sanggup menghafal beribu-ribu hadits. Kutahu kesetiaanku tak sebanding Fatimah binti Muhammad. Yang menerima Ali bin Abi Thalib dengan segala kesederhanaannya.

Baca selengkapnya »

Dunia Dikejar, Akhirat Ditinggal

Sungguh merugilah mereka para budak dunia. Sudah berapa banyak buku motivasi dan motivator di televisi yang sudah kita teladani? Sudah berapa banyak seminar pengembangan diri yang diikuti? Adakah perubahan dalam diri ini? Bila cita-cita ingin menjadi orang kaya, contohlah para sahabat Nabi yang dengan itu dunia dibuat tunduk di atas keimanan dan ketaatan kepada Dzat pemilik seluruh kekayaan. Sungguh, akhirat adalah tempat pulang terbaik, yang di dalamnya terdapat surga yang sudah rindu untuk dihuni dan dinikmati bagi orang-orang yang bertakwa dan bersabar.

Baca selengkapnya »

Sekelumit tentang Pulang Kampung

Kerinduan akan kampung halaman bukanlah sesuatu yang salah. Hanya saja akan lebih bijak ketika kerinduan itu dikorelasikan dengan kerinduan pada kampung akhirat kita yang kekal lagi abadi. Tersebab ia adalah tempat kembali setiap makhluk yang dicipta. Anda, saya, dia, mereka dan kita semua termasuk yang pasti kembali ke kampung akhirat. Siap ataupun tidak, perjalanan hidup pasti akan mengantar kita menemuinya. Pengembaraan dan perantauan yang sedang kita lakoni hari ini tidak lain adalah sebuah perjalanan panjang menuju pada kampung akhirat. Kesadaran ini harus hadir dalam diri setiap pribadi muslim. Sehingga bisa menjadi motivasi dalam mengumpulkan dan memperbanyak bekal untuk dibawa di kampung akhirat nanti. Kita ingin masuk dalam kelompok orang-orang yang rindu kampung akhirat. Rindu karena kita telah memiliki bekal yang banyak. Bukan sebaliknya menjadi kelompok yang enggan untuk pulang kampung.

Baca selengkapnya »

Cahaya Akhirat yang Hilang

Di dunia orang-orang munafik menyangka bahwa semua perbuatan mereka bermanfaat; bermanis bibir berhati pahit, menebar senyum menyimpan dendam, berkata, “yah, aku bersamamu,” namun di belakang menikam, mengangkat senjata bukan untuk membunuh lawan, justru menghabisi kawan, mengulurkan tangan persahabatan, tetapi hati membelakangi. Mereka mengira semua ini bermanfaat dan menjanjikan kemenangan.

Baca selengkapnya »

Sukses Investasi Dunia Akhirat

Kesuksesan tidak hanya dinilai dari banyaknya harta. Kalau kata Jamil Azzaini: “Sukses itu yang 4ta-nya tinggi. Harta, tahta, kata dan cinta. Setelah 4ta sudah diperoleh maka jangan dipegang sendiri. Jadikan 4ta itu sumber manfaat untuk orang lain. Itulah sukses mulia.” Oleh karenanya, lahir dari keluarga sederhana atau miskin bukanlah kepastian untuk tidak memperoleh hak kesuksesan. Karena hakikat kesuksesan itu akan diperoleh setelah adanya doa dan ikhtiar, bukan kita dilahirkan dari keluarga kaya atau miskin.

Baca selengkapnya »

Tongkat Lintas Akhirat

Bukan tongkat benar yang bikin hebat. Tongkat hanya sebagai simbol rekomandasi kesaksian Rasulullah bahwa Abdullah bin Unais benar-benar pejuang. Abdullah bin Unais telah mampu melampaui kepentingan pribadinya demi kemaslahatan yang lebih luas; ia telah mampu mengontrol hawa nafsu pribadinya, untuk senantiasa peduli dengan kepentingan umat; mampu membuat jarak dengan egoisme pribadi untuk pergi lebih jauh pada kepentingan yang lebih luas dan hakiki. Lantas, bagaimana dengan kita? Apa yang akan kita persembahkan?.

Baca selengkapnya »

Kisah Kakek yang Menggorok Lehernya Sendiri Hingga Mati

Sebenarnya apapun yang kita lakukan harus dilaksanakan dengan porsi yang tepat. Boleh memikirkan akhirat, tapi jangan melupakan dunia. Boleh mementingkan dunia, namun jangan lupakan pula bekal hidup di akhirat. Semoga, dengan ikhlasnya kita melaksanakan semua tanggung jawab kita selama hidup di dunia, diberikan pahala oleh Allah SWT sebagai bekal kita nanti di akhirat. Namun jangan berputus asa, jikalau saat ini kita masih kurang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Ya, kita masih ada waktu untuk memperbaiki diri sebelum semuanya terlambat.

Baca selengkapnya »