Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Menjadi Pahlawan Islam Menjadi Pribadi yang Merdeka

Menjadi Pahlawan Islam Menjadi Pribadi yang Merdeka

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Secara bahasa merdeka artinya bebas. Bebas dari segala bentuk penjajahan, bebas dari segala bentuk pengekangan serta bebas dalam menentukan sikap dan pilihan. Sikap dan perasaan merdeka merupakan sikap dan perasaan yang dimiliki oleh setiap pahlawan di atas bumi ini. Sikap dan perasaan yang merdeka inilah yang melahirkan gerakan dari para pahlawan untuk merebut kemerdekaan mereka yang sedang direnggut oleh orang atau bangsa lain. Gerakan-gerakan yang muncul bisa dalam bentuk gerakan radikal seperti pemberontakan atau gerakan-gerakan politik. Sehingga tidak heran, pahlawan itu muncul dari penjajahan serta kolonialisme yang melanda suatu bangsa atau satu kelompok tertentu. Sehingga dapat dipastikan jika suatu bangs atau suatu kelompok mengalami penjajahan maka akan muncul pahlawan-pahlawan bagi kelompok atau bangsa yang terjajah tersebut.

Begitu juga pahlawan-pahlawan Islam harus memiliki perasaan dan sikap yang merdeka. Mereka harus terbebas dari segala bentuk penjajahan dan pengekangan. Dan di dalam Islam kemerdekaan yang sejati adalah terbebasnya manusia dari sikap penyekutuan terhadap Allah swt. Di dalam Islam manusia yang merdeka adalah manusia yang memiliki kelurusan dalam aqidah. Lepas dan terbebas dari segala penghambaan terhadap makhluk dan hanya menyembah Allah swt.  Dan pahlawan Islam harus memiliki hal tersebut. Yaitu merdeka secara aqidah, lepas dari penghambaan terhadap makhluk dan hanya menyembah Allah swt. Karena para pahlawan Islam menyadari bahwa mengabdi dan menyembah Allah swt merupakan tugas pokok mereka hidup di dunia.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS adz dzariyat: 56)

Seorang pahlawan Islam akan muncul ketika ia telah memiliki sikap dan perasaan merdeka dalam dirinya di mana kemerdekaan yang hakiki adalah terlepasnya penghambaan terhadap makhluk dan hanya menyembah kepada Allah swt. Itu merupakan syarat utama seseorang akan menjadi pahlawan-pahlawan bagi agama Islam. Sebelum seseorang melepaskan diri dari penghambaan terhadap makhluk baik secara sadar ataupun secara tidak sadar, maka orang tersebut tidak akan pernah mampu menjadi seorang pahlawan bagi agama Islam.

 

Oleh karena itulah membebaskan diri dari penghambaan terhadap makhluk atau memiliki aqidah yang lurus merupakan langkah awal dalam membentuk karakter atau kepribadian seorang pahlawan Islam. Seorang yang memiliki kepribadian pahlawan bagi agama Islam haruslah terbebas dari penghambaan terhadap makhluk.

Kita lihat bagaimana Rasul membentuk generasi terbaik dalam sejarah Islam. Tidak kurang dari 13 tahun waktu dakwah Rasul dihabiskan untuk memberikan pengajaran tentang ketauhidan, tentang keesaan Allah serta tentang tugas manusia sebagai hamba yang hanya menyembah Allah swt. Ayat-ayat Al Qur’an yang turun pada fase ini juga hampir semuanya tentang aqidah, men-esakan Allah serta kesaksian bahwa Rasul adalah utusan dari Allah swt. Dan tuntutan yang pertama dan utama dalam Islam adalah syahadat.

Ketika seorang muslim telah merdeka secara aqidah, terbebas dari segala bentuk penghambaan terhadap makhluk. Maka akan muncul rasa kebencian terhadap segala bentuk kesyirikan yang terjadi di sekitarnya. Ketika kemerdekaan dari sisi aqidah ditunjang dengan kekuatan keimanan maka akan muncul sebuah tindakan untuk menghancurkan segala kesyirikan yang terjadi di sekitarnya. Sama halnya seperti seorang yang benci terhadap segala bentuk penjajahan yang menimpa bangsanya. Maka orang yang merdeka secara aqidah juga akan berusaha memerdekakan aqidahnya serta aqidah saudara-saudaranya dari segala bentuk kesyirikan.

Seseorang yang memiliki kemerdekaan dari sisi aqidah akan berjuang sekuat tenaga, mengeluarkan segala daya dan upaya yang bisa ia lakukan serta tidak segan-segan untuk mengorbankan diri dan harta yang dimilikinya agar orang-orang lain dapat merdeka juga dari sisi aqidah. Selain itu seseorang yang memiliki kemerdekaan dari sisi aqidah, aktivitas-aktivitas kebaikan yang dilakukannya tidak akan mampu dihalangi atau dihambat oleh manusia atau yang lainnya.

Halangan yang datang dari luar dirinya akan mampu dilewatinya dengan baik ketika seseorang memiliki kemerdekaan dalam aqidah. Karena seseorang yang memiliki kemerdekaan dalam aqidah, hanya menggantungkan hidupnya kepada Allah swt. Semua yang terjadi pada dirinya, baik ataupun buruk semuanya sudah diatur oleh Allah swt. La hawwala walla quwwata illa billah. Tidak daya upaya melainkan pertolongan Allah. Itulah prinsip yang dipakai oleh seseorang yang merdeka secara aqidah.

Jadi tahapan pertama yang harus dan mesti dilewati seseorang agar mampu menjadi pahlawan bagi agama Islam adalah dia harus memerdekakan dirinya terlebih dahulu. Memiliki kemerdekaan dari sisi aqidah. Merdeka dari segala bentuk penghambaan terhadap makhluk, merdeka dari segala bentuk penyembahan selain kepada Allah swt. Karena hanya Allah swt satu-satunya Dzat yang pantas, layak dan seharusnya kita sembah. Dan hanya kepada Allah swt kita seharusnya menghambakan diri.

Wallahu a’lam bissawwab.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Yoeandha
Mahasiswa jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya. Aktif dalam Lembaga Dakwah Kampus NADWAH UNSRI sebagai kepala departemen PPSDM. Mantan ketua Umum Lembaga Dakwah Fakultas Teknik KALAM FT.

Lihat Juga

Implementasi Perkembangan Praktik Audit Syariah di Bank Islam Malaysia