Home / Berita / Nasional / Jangan-jangan Ada Skenario Asing di Kasus Sampang?

Jangan-jangan Ada Skenario Asing di Kasus Sampang?

Anggota DPR RI, Nasir Djamil. (matanews)

dakwatuna.com – Jakarta. Kasus kekerasan terjadi di Sampang, Madura, Minggu (26/8). Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS Nasir Djamil, menilai jangan-jangan ada skenario asing atas kekerasan yang terjadi antar warga dan kelompok minoritas Syiah di Sampang.

“(Kekerasan di Sampang) bisa jadi jangan-jangan ada skenario asing yang ingin mengacaukan situasi keberagamaan di Indonesia,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR dari FPKS, Nasir Djamil, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/8/2012).

Menurutnya, tragedi itu juga menunjukkan tidak adanya keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat minoritas. Dia menilai polisi gagal dalam melindungi warganya.

“Menurut saya polisi gagal dalam melindungi warga minoritas di Sampang. Kita berharap kapolri bisa memberi tindakan tegas kepada kepolisian disana karena mengabaikan kejadiaan sebelumnya,” tutur Nasir.

Ia menjelaskan, kalau saja polisi bisa mengajak tokoh masyarakat, pemuka agama dan pihak berwajib lainnya di sana untuk berunding, maka kekerasan itu mungkin tidak akan terjadi.

“Sejak lama kami juga sudah meminta intelejen untuk mereform, karena selama ini intelejen hanya merekam dan menyimpan informasi, tidak ditindaklanjuti. Nah sekarang seperti kebakaran jenggot,” ucapnya.

Sebagai upaya tindaklanjut, ia dan beberapa anggota DPR memastikan akan meninjau langsung kondisi di sampang pasca bentrok kemarin. Soal waktu masih perlu dibicarakan dengan anggota komisi III lain.

“Kami sudah merencanakan untuk turun ke lapangan, karena mereka pernah datang ke komisi III. Mudah-mudahan waktu dekat ini komisi III bisa kesana untuk berbicara dengan tokoh agama, dan masyarakat di sana,” kata Nasir. (iqb/mpr/detikcom/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • tun_hafeeze

    tapi kalau menurut saya syiah bukan termasuk islam karena dalam ajarannya tidak menganjurkan menggunakan hijab (bertentangan dengan al quran yang mewajibkan penggunaan hijab) dan mereka banyak menghina sahabat2 nabi, bahkan di satu kesempatan mereka pernah mengatakan aisyah ra sebagai pelacur, terlebih nabi mereka adalah hasan dan hussein dan mereka menjunjung tinggi ali dan fatimah, dan nabi muhammad sama sekali tidak mereka gubris

Lihat Juga

Jas Bertambal; Mohammad Natsir, Mencintai Indonesia, Dicintai Negeri Asing