Home / Pemuda / Essay / Belajar Bahasa Amiyah Praktis (Bagian ke-4): Nafi’ Fi’il Mudhare’

Belajar Bahasa Amiyah Praktis (Bagian ke-4): Nafi’ Fi’il Mudhare’

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – Huruf-huruf nafi yang masuk ke fi’il mudhare’ dalam BAm secara umum terdiri dari dua huruf :

Yang pertama adalah: “ما” terletak di awal kalimat,

dan yang kedua adalah “ش” terletak di akhir kalimat.

Tolong perhatikan dialog ini :

أحمد : هي صفاء مابتاكلش معانا ليه؟

Hiya safa ma bitakulsyi ma’ana leih?

ممتاز: أصلها مابتحبش الكشري

Aslaha mabethebbisy elkushari

أحمد : إنتي مابتحبيش الكشري بجد يا صفاء ؟

Entii mabethebbiisy el kusyari bigad ya safa?

صفاء : ماتجيبليش سيرته قدامي !

Matgeebliisy sirtu uddami !

Dalam dialog di atas, fi’il2 yang dinafikan adalah:

مابتاكلش، مابتحبش، مابتحبيش، ماتجبليش

Tolong perhatikan bahwa:

● 3 ماتاكلش ، مابتحبش، مابتحبيش fi’il ini adalah fi’il2 MSD .
● di fi’il مابتحبيش huruf nafi kedua “ش ” terletak setelah “ي ” ta’nits.

● fi’il ماتجبليش adalah fi’il MB yang terbentuk dari:
“ما ” (huruf nafi pertama) + “ تجيب ” (fi’il) artinya: membawa + “لي” )jar majrur(, artinya: untuk saya + “ش ” )huruf nafi yang kedua(.

Melihat keterangan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa:

1. Adanya kesamaan peletakan nafi pada fi’il MB dan MSD yaitu : “ما” diletakkan di depan fi’il, dan “ش ” diletakkan di belakang fi’il.

2. Huruf nafi yang kedua “ش ” selalu terletak di akhir fi’il, baik fi’il tersebut bersambung dengan dhamir atau tidak, seperti yang tersebut di atas: “ماتجبليش” (huruf “ش ” di fi’il ini terletak setelah dhamir “لي”.

Perhatikan juga contoh-contoh berikut ini:

ماتضربهاش ، ماتقولهوش ، ماتشغلهمش

Coba perhatikan dialog-dialog ini:

أحمد : عبد الرحمن ! إنت مش هتروح معانا السينما !

Abdurrahman! Enta musy hatruuh ma’ana essinema?

Abdurrahman! Elo ga jadi pergi ke bioskop ama kita?

عبده : لأ, مش رايح .

La’ mesy raih.

Ga, gue ga akan pergi.

أحمد : مش رايح !؟ لأ لازم تروح !

Messy raih!? La’ lazem teruuh

Ga pergi? Harus pergi dong!

Penjelasan:

Abdurrahman menjawab pertanyaan Ahmad dengan kalimat: مش رايح , sedangkan رايح adalah na’eb fa’el dari fi’il: يروح . Mengganti fi’il dengan na’eb fa’el, sering terjadi dalam BAm.

Ahmad menggunakan kata لازم sebagai pengganti dari kata يجب yang tidak terpakai lagi dalam BAm, selain kalimat واجب yang masih sering dipakai namun dalam konteks yang lain. Misalnya:

كان واجب عليك تهني أحمد على نجاحه

Kan wageb aleik tehanni Ahmad ala nagaho.

Seharusnya lo ngasih ucapan selamat buat Ahmad atas kelulusannya.

Huruf “مش” digunakan juga dalam nafi isim, misalnya :

أنا مش أحمد ، أنا صلاح

— Bersambung

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...Loading...
Muhammad Syauqi Hafiz

Lahir di kota Bogor 13 Maret 1995 dan dibesarkan di kota yang sama. Sekarang (tahun 2010) masih berstatus santri di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan kelas 10 MA. Mempunyai ketertarikan dengan ilmu Tafaqquh Fid Din dan mempunyai angan-angan "agar kiranya Allah ridha padaku"..

أملي ان يرضي الله عني

Mencoba untuk menggeluti bahasa Ibrani dan produksi film editing dan dokumenter. Tertarik untuk mengamati perbandingan agama dan ideologi serta menelisik tangan-tangan invisible di balik layar institusi negara.

Lihat Juga

Presiden Yaman dan Raja Arab Saudi (islammemo.cc)

Pengamat: Arab Wajib Segera Bentuk Koalisi Sunni Hadapi Syiah Iran