Home / Arsip Kata Kunci: puji

Arsip Kata Kunci: puji

Pujian, Madu atau Racun?

Kehati-hatian Rasulullah dalam memberikan pujian tentunya beralasan, pujian dapat menjadi racun bagi hati seseorang dan menjauhkannya dari keikhlasan. Ketika hati kita mulai gandrung akan pujian, maka setiap amal yang kita lakukan hanya akan menjadi amalan sia-sia, amalan riya’ yang bukannya diniatkan untuk Allah tapi untuk memperoleh pujian orang lain. Shalat yang biasanya dilakukan dalam waktu 5 menit, mendadak menjadi sangat khusyuk dan lama ketika shalat kita dilihat orang lain merupakan contoh sederhana bagaimana riya’ dapat merusak ibadah kita.

Baca selengkapnya »

Pujian, Berupa Madu atau Racun?

Pujian dapat menjadi racun bagi hati seseorang dan menjauhkannya dari keikhlasan. Ketika hati kita mulai gandrung akan pujian, maka setiap amal yang kita lakukan hanya akan menjadi amalan sia-sia, amalan riya’ yang bukannya diniatkan untuk Allah tapi untuk memperoleh pujian orang lain. Shalat yang biasanya dilakukan dalam waktu 5 menit, mendadak menjadi sangat khusyuk dan lama ketika shalat kita dilihat orang lain merupakan contoh sederhana bagaimana riya’ dapat merusak ibadah kita.

Baca selengkapnya »

Pujilah Seseorang yang Halal Baginya

Terkadang manusia menyikapi pujian beraneka ragam. Ada yang merasa bangga tiada tara, ada juga yang membuat manusia kebingungan dan disikapi biasa-biasa saja. Biasanya orang yang berilmu dan memiliki agama, ketika mendapat pujian lebih sering merendahkan diri dan malu karena merasa masih banyak aib-aib yang menempel dalam jiwanya, hanya saja Allah selalu menutup aib tersebut sehingga terlihat baik dihadapan manusia. Berharap kita termasuk kategori orang yang biasa-biasa saja ketika mendapat pujian bukan sebaliknya malah bersikap sombong maupun bertepuk dada sebab diatas langit masih ada langit kan?

Baca selengkapnya »

Surat Cinta

Pertama kali saya dapat surat cinta adalah ketika saya kelas empat atau lima SD. Entahlah, saya kurang tau persis. Surat cinta dari senior saya, ditulis di atas kertas pink lucu. Isinya tentu saja berupa kata-kata cinta, serta pujian pujian berlebihan yang tampaknya dipelajari oleh senior saya dari tayangan sinetron. Atau mungkin dari drama Korea, tidak, drama Korea belum tenar kala itu.

Baca selengkapnya »

Menyimak Kicau Merajut Makna

Menyimak Kicau Merajut MaknaJudul buku : Menyimak Kicau Merajut Makna Penulis : Salim A. Fillah Penerbit : Pro-U Media Cetakan Ke : 2 Tahun Terbit : 2012 Tebal Halaman : 408 halamanJawaban terindah pada pemfitnah: “Jika kau benar, semoga Allah mengampuniku. Jika kau keliru, semoga Allah mengampunimu.” Jawaban terbaik pada penghina dan pencela kehormatan: “Yang kau katakan tadi sebenarnya adalah pujian, sebab aslinya diriku lebih mengerikan.” Jawaban teragung pada caci maki dan kebusukan: “Bahkan selalu ingin membalas, aku tak kuasa. Sebab aku tak punya kata-kata keji dan nista.” Terjawablah pujian: “Moga Allah ampuni aib yang tak kau tahu; tak menghukumku sebab sanjungmu; dan jadikanku lebih baik dari semua itu.” Jawaban termulia pada yang memuji: “Semoga Allah ampuni yang tak kau ketahui, semoga doamu membaikkan diriku dan dirimu.” Kata-kata indah di atas adalah salah satu “kicauan” Salim A. Fillah. Masih banyak lagi “kicauan” yang penuh pembelajaran, dan semuanya terangkum dalam buku “Menyimak Kicau Merajut Makna”. “Menyimak Kicau Merajut Makna” adalah judul buku terbaru dari Salim A. Fillah. Buku ini merupakan kumpulan tweet dari akun @salimafillah. Kumpulan “kicauan” yang penuh dengan makna, pantas untuk dijadikan muhasabah diri. Di dalam buku ini pun dibahas mengenai adab twitter. Tak hanya itu, buku ini juga menjelaskan bagaimana adab berpuji, adab bicara, adab menasihati, dan masih banyak lagi. Selain kumpulan tweet dari akun @salimafillah, disuguhkan pula kultwit spesial Ramadhan. Kata-katanya begitu memukau. Salim A. Fillah begitu lihai dalam merajut dan merangkai potongan kata-kata dalam tweet-nya menjadi kalimat yang penuh makna. Jika membaca buku ini, maka akan kau temukan pengalaman yang luar biasa. Buku ini adalah sebuah renungan, penuh motivasi, inspirasi, dan juga hikmah. Salim A. Fillah sukses membuat pembacanya “tenggelam” dalam “kicauan”nya. Begitu menyegarkan, memberikan energi yang luar biasa! Dan, Salim A. Fillah pun membuat pembaca benar-benar menyimak “kicau”nya dan merajut makna bersama, menyelami samudera kata-kata mutiara yang mampu menggugah jiwa. Seuntai kicauan berserakan, dari hamba Allah yang tertawan dosanya; santri yang tertahan kejahilannya, yang berharap dapat berbagi manfaat dalam faqir dan dha’ifnya.

Baca selengkapnya »

Pulang Kampung, Dipuji atau Dicela?

Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang adalah peribahasa yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Yang artinya, Kebaikan seseorang akan selalu dikenang. Kebaikan seseorang semasa hidupnya.

Baca selengkapnya »

Memujilah Sebelum Meminta

Setiap manusia pasti senang jika dirinya dipuji. Baik karena parasnya yang menawan, prestasinya yang gemilang, atau perilakunya yang dermawan. Tak ada yang marah saat pujian datang, bahkan ia akan terngiang dan membuat hati setiap orang menjadi senang. Saat berinteraksi dengan orang lain, tak terbatas pada pujian saja, kita juga harus bisa menjaga etika dan adab agar lawan bicara nyaman dengan kita.

Baca selengkapnya »