Home / Sabda Marbun

Sabda Marbun

Mahasiswi di Universitas Negeri Medan, Jurusan Pendidikan Antropologi Sosiologi. Aktif di Forum Lingkar Pena Sumut, Lembaga Dakwah kampus Ar-Rahman Unimed, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial.

Rencana Allah SWT Selaraskan dengan Rencanamu

Harapan dan cita-cita sebelumnya terasa perlu direvisi total seiring perjalanan waktu dan bertambahnya pemahaman. Maka apa yang ada hari ini adalah rencana Allah untuk kita. Tentang yang dahulu pernah kita rasa penting namun hari ini tidak lagi penting, itu adalah mozaik-mozaik yang telah terevisi tanpa kita sadari. Sebuah nasihat maksimalkan yang ada dan rencana Allah selaraskan dengan rencanamu.

Baca selengkapnya »

Milad Itu Datang Lagi

semakin tua, semakin banyak yang kita rasa tidak penting, sebab ia adalah keyakinan yang final, yang tiada bisa dinafikan untuk menjadi penting dalam setiap aturan main di jalan ini, semakin bertambah usia, semakin banyak yang harus kita revisi, seringkali kita rasa itu tidak lagi penting, semakin banyak yang harus kita revisi, lewat jalan yang terlalui, seringkali kita rasa itu tidak lagi penting, untuk kanda yang semakin menawan.

Baca selengkapnya »

Mengenangmu, 29 Maret 1998

Di kejauhan teropong zaman, Jejak perjuangan sebuah gerakan, Pemuda-pemuda merek negarawan, Menghias bingkai sejarah peradaban, Bersamamu adalah kendaraan, Yang menjadi motor penggerak, Menuju keabadian ide dan cita-cita, Bila al-Kahfi berlindung ke dalam gua, Meminta petunjuk lurus Tuhannya, Maka negarawan turun ke jalan, Memproklamirkan diri menjadi seorang da’i, Representasi kecintaan pemuda.

Baca selengkapnya »

Dari Menghargai Menuju Sebuah Penghargaan

Sejak tersiarnya UU No 20 tahun 2003 pasal 3, tentang sistem pendidikan nasional yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, semboyan pendidikan “karakter” pun terus menjalar. Tentu rencana ini tidak hanya semboyan belaka.

Baca selengkapnya »

Amanah Itu, Bu…

Jalan ini memang panjang bahkan tak berujung..., Semakin kupandang semakin jauh ujungnya..., Inginku berlari sekencang-kencangnya untuk menyudahi perjalanan ini, tapi tak kunjung sampai, Sampai berdarah-darah kakiku, dihantam batu dan kerikil yang tajam..., Sakit sekali bu..., Jalan ini memang tak ramai..., Tak seramai tempat-tempat yang disukai kaum muda sepertiku...

Baca selengkapnya »

Pulang Kampung, Dipuji atau Dicela?

Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang adalah peribahasa yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Yang artinya, Kebaikan seseorang akan selalu dikenang. Kebaikan seseorang semasa hidupnya.

Baca selengkapnya »

Kuntum Khairu Ummah…

Sebaik-baik Umat,Biarkan Kami tetap di sini, Meniti hari bersama mimpi, Karena kami..., Takkan berhenti Dan jangan coba-coba, Hentikan langkah kaki kami..., Sekali lagi, Karena kami..., Kuntum khairu ummah ukhrijat linnasi (Kamu adalah sebaik-baiknya umat yang di-tampilkan untuk umat manusia. QS. 3: 110).

Baca selengkapnya »

Komitmen Muslim Berantas Korupsi

Mengutip kata-kata yang dituliskan Yasraf Amir Piliang dalam opininya “Koruptrokrasi” di koran kompas. Bahwa negara yang berprinsip demokrasi-di mana kekuasaan berada di tangan rakyat- kini menjelma jadi “koruptrokrasi” (corrupto-cracy), di mana kekuasaan politik dipegang oleh para pejabat, politikus dan aparat korup, dengan rakyat sebagai korban.

Baca selengkapnya »