Home / Rosy Andreas

Rosy Andreas

Seorang pemuda perantau yang sedang belajar untuk belajar.

Surat Cinta

Pertama kali saya dapat surat cinta adalah ketika saya kelas empat atau lima SD. Entahlah, saya kurang tau persis. Surat cinta dari senior saya, ditulis di atas kertas pink lucu. Isinya tentu saja berupa kata-kata cinta, serta pujian pujian berlebihan yang tampaknya dipelajari oleh senior saya dari tayangan sinetron. Atau mungkin dari drama Korea, tidak, drama Korea belum tenar kala itu.

Baca selengkapnya »

Kader Dakwah Itu “Penipu”

"Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad" (Alm Ust Rahmat Abdullah)

Baca selengkapnya »

Tentang Cinta

Seperti biasa, aku berdiri di depan seonggok pekerjaan yang kupikul. Kadang berlari, kadang berjalan, kadang istirahat, kadang tertawa, tapi lebih sering menangis. Kau tau, tangisan laki-laki bisa juga diekspresikan dengan senyuman getir. Ya seperti itulah yang sering kulakukan, tersenyum getir. Bukan cengeng. Kerinduan dan perasaan mengecewakan.

Baca selengkapnya »

Mentoring, Tak Hanya Sekadar Melingkar

Dalam mentoring, kita tak hanya disuguhi materi-materi keislaman, tetapi juga diajarkan soal cinta dan ukhuwah. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara. Oleh karena itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat". (QS Al-Hujurat 10)

Baca selengkapnya »