Home / Arsip Kata Kunci: benar

Arsip Kata Kunci: benar

Saya, Tersesat di Jalan yang Benar

Jadi ingat masa dulu, saya keukeuh buat sekolah ke negeri tapi nyata nya saya masuk pesantren. Dan dari sana lah perjuangan saya yang sesungguh nya. Saya bisa menemukan diri saya yang sesungguh nya. Meski dulu saya selalu buat kecewa orang tua, tapi saya selalu nitip pesan sama si amat untuk selalu saying sama orang tua dan jangan buat orang tua itu nangis karena kita. Benar, saya sangat sangat menyesal dulu telah mengikuti keinginan yang tanpa jelas arah dan tujuannya. Tanpa saya memperhatikan orang-orang di sekitar saya yang benar-benar mencintai dan selalu mensupport saya dari belakang. Mulai dari mamah, bapak, teteh dan semua pihak pesantren yang telah membuat saya mampu berkontribusi pada masyarakat. Memberikan sedikit ilmu yang saya dapat kan dan saya syiarkan di kalangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca selengkapnya »

Pembuktian yang Sebenarnya

Dengan ikhlas sebuah ikatan akan berbuah bahagia, dengan kesetiaan dua insan akan menghadirkan rasa saling percaya, serta keimanan memberikan ruh dan jiwa dalam ikatan pernikahan. Yakinlah bahwa Allah akan senantiasa membantu hamba-Nya, maka jangan takut untuk melangkah pasti ke jenjang pernikahan.

Baca selengkapnya »

Pintar vs Benar

Indonesia bukannya tidak memiliki orang yang pintar sekaligus benar. Punya. Ada. Namun jumlahnya sedikit dibandingkan orang yang pintar tetapi tidak benar. Mereka ada, tapi diam tersembunyi. Belum mendapat kesempatan untuk tampil memimpin di negeri ini. Sebagaimana kata Taufik Ismail, bahwa orang baik di Indonesia masih ada. Masih ada orang berakhlak di negeri kita, tapi mereka tidak berwibawa. Masih ada orang yang ikhlas, tapi mereka dianggap tidak ada. Menjadi orang pintar itu memang penting. Tapi lebih penting menjadi orang benar.

Baca selengkapnya »

Benarkah Hati ini Mencintainya?

Kini, mari kita tanyakan pada hati kita. Benarkah kita mencintai ayah dan ibu kita? Kita ingat kembali apa yang telah kita lakukan selama ini. Jangan-jangan cinta kita itu hanyalah cinta semu yang penuh dengan kedustaan. Jangan-jangan selama ini kita justru mencelakakan masa depan ayah dan ibu kita kelak di akhirat. Jangan-jangan kita tak adil membalas cinta ayah dan ibu kita selama ini.

Baca selengkapnya »

Suap, dari Pembiasaan ke Pembenaran

Keberanian melakukan dan menerima suap tak berbanding lurus dengan kadar intelektual maupun spiritual seseorang. Tingkat pendidikan, kebangsawanan, lembaga tempat bernaung, atau rajinnya seseorang beribadah tak bisa menjadi acuan terbebasnya dia dari urusan suap-menyuap. Dalam logika mana pun, suap jelas melanggar keadilan dan itu dilarang dilakukan oleh penganut keyakinan apa pun. Sebagaimana dalam Islam sendiri, hukum suap adalah haram.

Baca selengkapnya »

Kembali ke Jalan yang Benar

Usaha mengatasi kabut asap telah dilakukan, seperti memadamkan kebakaran hutan dan memberi sanksi pada pembakar lahan atau hutan. Namun hasilnya belum dirasakan betul bahkan justru kabut asap semakin pekat karena semakin luasnya areal perkebunan yang terbakar. Lalu apa yang harus kita lakukan? Sungguh, jalan yang harus ditempuh manusia seperti yang dikemukakan pada ayat di atas adalah segera kembali ke jalan yang benar. Maksudnya, kita hendaknya segera bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuhah). Dengan cara ini diharapkan musibah akan dapat teratasi dan suasana alam kembali asri

Baca selengkapnya »

Benarkah Jackie Chan Telah Memeluk Islam?

Sebuah postingan di Facebook memberitakan sebuah foto Jackie Chan yang diklaim telah menjadi seorang muslim dan bertukar nama menjadi Abdullah Chan. Foto tersebut juga mengklaim bahwa foto itu merupakan foto Jackie Chan ketika pulang mengerjakan haji. Di dalam foto Jackie Chan sedang berpose di dalam mobil bersama seseorang yang berpenampilan Arab, sambil mengenakan pakaian ala Timur Tengah.

Baca selengkapnya »

Berita Meninggalnya Lelaki dalam Kondisi Sujud di Masjid Nabawi Tidak Benar

Beberapa hari yang lalu media diramaikan dengan berita meninggalnya seorang laki-laki dalam kondisi sujud di Masjid Nabawi. Ternyata kejadiannya tidak sama dengan yang diberitakan. Orang yang diberitakan meninggal itu ternyata saat ini masih hidup dan telah pulang ke keluarganya setelah dirawat di rumah sakit Ajyad di Makkah. Kejadiannya pun bukan di Masjid Nabawi di Al-Madinah Al-Munawarah, tapi di Masjidil Haram Makkah Al-Mukaramah.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Adha 1435 H: Generasi Idaman, Teguh Dalam Kebenaran dan Waspada Godaan Setan

“Janganlah kamu menjadi orang yang ikut-ikutan. Kamu berprinsip kalau orang lain baik, kami pun akan berbuat baik dan kalau mereka berbuat zalim, kami pun akan berbuat zalim. Tetapi teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, kalau orang lain berbuat kebaikan maka berbuatlah kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan maka janganlah kamu turut melakukannya.” (HR. Tirmidzi).

Baca selengkapnya »