Home / Arsip Kata Kunci: benar (halaman 3)

Arsip Kata Kunci: benar

Gossip Girl

Seperti biasa, teman lamanya ini memang selalu punya cerita. Tetapi cerita ini tak hanya sekadar cerita. Ini berita paling gres. Kalau saja yang bercerita adalah orang lain dan bukan dia, Atika tentu hanya akan menganggapnya sebagai omong kosong belaka. Tapi Tita adalah sumber berita terpercaya. Ia hanya akan bercerita ketika berita itu memang benar adanya.

Baca selengkapnya »

Mengenal Allah: Alam, Sains, dan Teknologi

Dari ayat di atas secara eksplisit dapat kita pahami bahwa Allah Swt. menciptakan alam semesta beserta isinya dan juga manusia sebenarnya untuk menunjukkan keagungan dan kebesaran-Nya. Allah ingin manusia mengenalnya. Akan tetapi, banyak manusia yang masih ingkar dan tak pernah tunduk akan kekuasaan-Nya itu. Ini semua dikarenakan karena mereka belum mengenal Allah Swt dengan iman, hati dan pikiran.

Baca selengkapnya »

Bila Dakwah, Berlabel Negara…

Pada hari ini, adalah Era kemandirian dakwah, (bukan berarti tanpa ada pertolongan dari Allah), Representasi dari dakwahnya Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, Era di mana dakwah menjelma dalam bentuk negara, Sesungguhnya (surat itu) dari Sulaiman yang isinya “dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Janganlah engkau berlaku sombong datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri. (An-Naml: 30-31), ini adalah tarbiyah Al Qur’an kepada kita bahwa, dakwah itu harus berorientasi kekuasaan, karena fungsi esensial negara dalam Islam adalah sebagai hirosatud din (menjaga Agama) dan siyasatud dunya (mengelola Bumi).

Baca selengkapnya »

Menuju Indonesia Bahagia

“Indonesia Bahagia” sepintas kita bertanya-tanya tentang apa yang maksud dengan dua penggalan kata tersebut. Penggalan kata yang mungkin sebagian orang tidak merasa asing karena terdapat dalam teks lengkap lagu Indonesia Raya. Indonesia bahagia (menurut penulis) berarti telah tegaknya kebenaran dan tidak ada kezhaliman di bumi Indonesia sehingga warga Negara merasa aman, tenteram, sejahtera dan bahagia.

Baca selengkapnya »

Bidadari Terakhir

Aku memandangi deretan gambar buram dalam album foto tua yang tak sengaja kutemukan ketika sedang membersihkan atas lemari di kamar Ayah dengan mata nanar, terperangah tak percaya. Tiga foto pernikahan. Tiga momen bahagia. Tak ada yang dapat kusimpulkan dari ketiga foto itu kecuali bahwa sosok pengantin pria di foto-foto itu semua adalah sosok yang sama: Ayahku, yang tergambar masih muda, yang kutahu selama ini hanya mencintai Almarhumah Ibu seumur hidupnya.

Baca selengkapnya »

Keistimewaan Mukjizat Al-Quran

Tidak ada kitab pegangan umat sepanjang sejarah yang kesucian dan kemurniannya senantiasa terjaga dari noda hitam tangan-tangan jahil yang ingin mengotori kitab suci tersebut dengan begitu picik dan congkak, kecuali Al-Quran yang tetap suci terjaga di benteng hati umat. Hanya kitab ini yang cahayanya dari hari ke hari semakin kuat menyinari kegelapan hati yang tertutup oleh kebodohan, fanatik, dan keangkuhan dari cahaya.

Baca selengkapnya »

Perisai Sang Kekasih

Masih tentang sebuah kisah, Diambil dari sebuah sejarah masa silam, Tentang anak muda bukan tua renta, Yang hanya diam sambil menunggu ajal tiba, Ini lelaki muda santun bersahaja, Yang mencari kabar tentang kebenaran, Hingga harus meregang nyawa, Siapa anak muda ini?, Ia terpanggil di Bukit Uhud, Menjadi perisai bagi sang kekasih, Bermodalkan sebilah pedang.

Baca selengkapnya »

Ingatkanlah dengan Ahsan

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menaati kesabaran.”(QS. Al-‘Ashr: 1-3) Setiap manusia berpotensi melakukan kesalahan. Lupa dan khilaf sudah menjadi sifat yang melekat dalam jiwa insan.

Baca selengkapnya »

Perisai Sang Kekasih

Masih tentang sebuah kisah, Diambil dari sebuah sejarah masa silam, Tentang anak muda bukan tua renta, Yang hanya diam sambil menunggu ajal tiba, Ini lelaki muda santun bersahaja, Yang mencari kabar tentang kebenaran, Hingga harus meregang nyawa, Siapa anak muda ini?, Ia terpanggil di Bukit Uhud, Menjadi perisai bagi sang kekasih, Bermodalkan sebilah pedang.

Baca selengkapnya »
Organization