Home / Arsip Kata Kunci: batas

Arsip Kata Kunci: batas

Tapal Batas Zaman

Realitas yang terlihat pada lapisan masyarakat pada umumnya sudah siap dan mampu mengikuti trend perkembangan. Namun yang disesalkan adalah pola prilaku sebagian oknum yang terlibas dalam pertarungan pasar sehingga mengalami kerugian. Lalu berupaya untuk mencari delik masalah dan menuntutnya pada ranah hukum. Di sinilah negara harus mampu hadir dan menjembatani disparitas yang ada. Bahwa ada masyarakat, elit, pengusaha, pelaku ekonomi dan semua yang terlibat di dalamnya untuk mendapatkan sentuhan keadilan dan kesejahteraan yang sama.

Baca selengkapnya »

Tentara Keamanan Nasional di Gaza Perketat Penjagaan di Perbatasan Mesir

Ayyat Al-Bazzar, jubir mendagri di Jalur Gaza yang turut dalam pertemuan dua pekan lalu itu mengatakan, pengetatan keamanan ini dilakukan demi menjaga keamanan regional Mesir dan juga Palestina. Ia juga menegaskan tidak akan mengizinkan seorangpun dari Jalur Gaza mengancam keamanan bagi pihak Mesir. "Ini adalah pesan yang ingin kami sampaikan kepada saudara kami di Mesir," jelasnya.

Baca selengkapnya »

Melihat Kondisi Pendidikan di Perbatasan: Guru Rela Berjuang Meski Tanpa Ada Uang

Apabila kita cermati dengan baik dana pelatihan yang besar itu, menurut saya hal itu tidaklah efektif. Guru-guru ketika nantinya ingin mengikuti pelatihan, pasti berpikiran bukan untuk mencari ilmu, tetapi mencari uang saku. Pernah ada pengalaman ketika mengisi sebuah pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah di sebuah Hotel di Nunukan. Disana disediakan kamar yang mewah, makanan yang banyak dan katanya biasa diberikan transport dan uang saku. Ketika pelatihan berjalan, sontak beberapa guru berteriak “ Kapan uang sakunya?” Karena ketika itu kami mengisi pelatihan di jam terakhir sebelum penutupan.

Baca selengkapnya »

Melihat Kondisi Pendidikan di Perbatasan: Tingkatkan Rasa Percaya Diri Anak Negeri Melalui Kegiatan Edukatif

Tuntutan kurikulum yang sangat banyak membuat guru cukup tersibukkan dengan administrasi-administrasi yang harus dipersiapkan. Sehingga banyak guru yang kehilangan idealismenya dalam mengembangkan pendidikan karena hal tersebut. Guru yang awalnya menikmati suasana pembelajaran, karena banyaknya administrasi yang harus dipersiapkan, yang pada akhirnya membuat jenuh guru tersebut. Guru hanya memenuhi tuntutan kurikulum saja, tanpa bisa mengembangkan dan meningkatkan potensi dari setiap peserta didik.

Baca selengkapnya »

Melihat Kondisi Pendidikan di Perbatasan: Puluhan Anak Terancam Putus Sekolah

Memang kompleks permasalahan yang terjadi di sekolah filial ini. “Bagaikan memakan buah simalakama”. Itulah mungkin yang bisa digambarkan kepada pemerintah daerah saat ini terutama di bidang pendidikan. Pemerintah seakan kebingungan dalam mencari solusi sekolah filial ini. Di satu sisi, sekolah filial masih dibutuhkan oleh masyarakat keberadaannya sebagai sarana pendidikan anak-anaknya. Tetapi di sisi lain faktor administrasi dan tenaga pengajar menjadi hambatan keberlangsungan pengajaran di sekolah siswa.

Baca selengkapnya »

Guru Batas Negeri dari Tanah Pasundan (Bagian ke-5)

Mungkin anak-anak di sana (di luar daerah perbatasan) menganggap nasionalisme itu hanya sebuah materi pelajaran yang harus diikuti dan dipelajari, yang hanya bisa diucapkan tanpa bisa memaknai nasionalisme tersebut. “Saya cinta indonesia” merupakan hal yang sering mereka ucapkan, tetapi mereka tidak tahu apa di balik ucapannya tersebut. Terutama bagaimana cara mengamalkan bahwa aku mencintai indonesia. Berbeda dengan anak-anak di perbatasan ini, mereka merasakan sendiri bagaimana perih dan susahnya menjalani kesehariannya di Indonesia.

Baca selengkapnya »

Guru Batas Negeri dari Tanah Pasundan (Bagian ke-4)

Di dalam buku yang berjudul Belajarlah Nunukan, permasalahan utama pendidikan di Kabupaten Nunukan adalah kurangnya peran orang tua terhadap pendidikan anaknya. Itu juga yang saya temui di sini. Orang tua hanya menyerahkan saja pendidikan anaknya kepada sekolah. Justru di rumah lah waktu yang paling banyak peserta didik dalam kesehariannya. Maka apabila pendidikan di rumah baik, insya Allah pendidikan anaknya ikut baik pula.

Baca selengkapnya »

Guru Batas Negeri dari Tanah Pasundan (Bagian ke-3)

Anak-anak di daerah perbatasan seakan terus disoroti keterbatasannya, baik dari pendidikan formal maupun non formalnya. Rata-rata anak-anak di perbatasan ini berasal dari warga Indonesia yang dideportase dari Malaysia. Bekerja sebagai buruh, memang bukan hal yang nyaman bagi warga negara Indonesia. Mereka seakan terus dikuras waktu dan tenaganya. Sehingga pendidikan untuk anaknya seakan dikesampingkan. Maka tak jarang kita menemukan anak-anak yang orang tuanya TKI di malaysia belum bisa membaca. Terutama yang beragama islam, banyak dari mereka yang belum mengetahui huruf-huruf didalam al-quran.

Baca selengkapnya »