Home / Sapto Waluyo

Sapto Waluyo

Direktur Institute of Strategic Studies and Civilizational Transformation (ISSaCT)

Dua Film Anti Islamofobia

Kancah perfilman Indonesia diinterupsi alternatif pesan melalui dua produksi anyar: Bulan Terbelah di Langit Amerika (BTLA) dan 3 (Alim Lam Mim). Keduanya karya anak bangsa yang memiliki misi advokasi, pembelaan atas nilai-nilai universal Islam. Perlawanan terhadap gejala Islamofobia. Terdengar aneh, di tengah dunia hiburan yang didominasi hedonisme.

Baca selengkapnya »

Catatan Kemanusiaan: “Incognito”

Dorongan menulis catatan kecil muncul saat sebuah pesan instan masuk dalam kotak WA, Ahad dini hari (00.23): “Jazakumullahu khair atas kunjungan ustaz salim. Afwan sy kemarin ketiduran krn kelelahan, jd tdk bisa menyambut kedatangan beliau.” Dua menit kemudian (00.25), ditambahkan lagi: “Sampaikan salam kami kepada beliau.”

Baca selengkapnya »

Konflik Tolikara Perlu Solusi Komprehensif

Informasi di lapangan ternyata lebih mengenaskan: sedikitnya 63 kios (milik warga Muslim dan Kristen) terbakar, termasuk 38 rumah ikut hangus, dan 153 jiwa mengungsi di tenda darurat (twitter @AryaSandhiyudha yang pertama kali menayangkannya). Setidaknya 10 warga Muslim mengalami luka bakar akibat ingin menyelamatkan harta benda yang mau dijarah.

Baca selengkapnya »

Kebangkitan Seni Pergerakan

Puluhan orang saweran untuk membiayai pelatihan dan proses produksi minimalis. Ratusan lainnya membeli tiket, menyisihkan uang belanja dan jatah pulsa. Ada pula satu-dua sponsor, tapi itu masuk manusia langka di tengah gencarnya komersialisasi. Semoga ini pertanda baik bagi kebangkitan seni pergerakan.

Baca selengkapnya »

Konteks Indonesia dari Enigma Demokrasi di Mesir

Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Mesir pasca-kudeta militer pada awal Juli 2013. Lebih dari 100 orang tewas dan 4.500 luka-luka, saat pendukung pro-legitimasi berkumpul di lapangan Masjid Rabiah al-Adawiyah, Naser City (Kompas, 28/7). Yang mengerikan sebagian besar mereka tertembak peluru aparat di bagian kepala atau dada. Penembakan terjadi justru di tengah malam hingga pagi hari, saat pendemo sedang melakukan shalat tarawih dan mempersiapkan sahur.

Baca selengkapnya »