Home / Riyanti

Riyanti

Riyanti
Relawan SGI angkatan ke 7 Daerah Penempatan Kubu Raya Kalimantan Barat. Mengabdi di SD N 06 Rasau Jaya.

Senyum Prestasi yang Bikin Frustasi

Dari lima soal, tak satu soal pun yang berhasil Kariyan kerjakan. Saat ia sibuk bertanya pada teman-teman, aku meminta anak-anak segera mengumpulkan. Kariyan bingung dan sangat khawatir tak mendapatkan senyum prestasi. Padahal Kariyan sangat mendambakan senyum prestasi itu. Jadilah ia menangis. Entah karena malu, entah juga khawatir tak mendapatkan senyum prestasi. Jika anak-anak lain termotivasi belajar karena senyum prestasi, agaknya Kariyan hari ini harus frustasi karena tak peroleh senyum prestasi.

Baca selengkapnya »

Tak Naik Kelas, Pangkal Keluar Sekolah

Aku sadar betul bahwa sekolah bukan hanya bertujuan menjadikan anak pandai membaca. Sekolah selayaknya dapat menjadi wadah bagi anak belajar soal nilai-nilai hidup dan bagaimana menyiapkan bekal untuk menghadapinya. Benar, bukan hanya soal membaca saja. Tapi banyak hal lain. Kabar buruknya, kemampuan membaca menjadi syarat utama bagi anak-anak untuk mengetahui dan menguasai pelajaran lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jika siswa tak dapat membaca, maka siswa tidak akan dapat mengikuti pelajaran apa pun dengan baik. Jadi, harus bagaimanalah ini? Tidak dinaikkan, anak keluar sekolah. Tapi jika dinaikkan, siswa akan mengalami kesulitan belajar yang lebih parah.

Baca selengkapnya »

Berladang

Aku menikmati suasana ladang pagi ini. Rasanya dibawa terbang kembali ke masa kecil dulu. Sama persis. Sungguhpun demikian, aku mulai memahami betapa menanam padi di Kalimantan tak semudah menanam padi di Jawa. Mulai dari biaya, berladang di Kalimantan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan kondisi tanah yang kurang subur, dan pengairan yang bergantung pada hujan, serta harga pupuk dan pestisida yang mahal menyebabkan para petani ini sering mengalami kerugian. Apalagi jika musim penghujan tidak memberikan asupan air yang cukup untuk tanaman, bisa dipastikan hasil panen tidak akan menjanjikan. Namun, tak ada pilihan lain. Meski peluang ruginya lebih besar, momen berladang selalu menjadi momen yang ditunggu dan dinantikan.

Baca selengkapnya »

Hukuman, Menulis Tanpa Meja

“Istirahat adalah waktu bermain untuk kalian, tapi tidak boleh digunakan untuk merusak fasilitas sekolah. Menendang dan melempar meja adalah tindakan yang salah. Meja kita terbatas, tindakan yang kalian lakukan menjadikan meja ini rusak. Jika sudah rusak, kalian tak memiliki meja lagi untuk belajar. Dan belajar tanpa meja itu menyedihkan, sulit, juga tak nyaman. Meja memang milik sekolah, tapi jika rusak akan mengakibatkan belajar kalian terhambat, yang rugi juga kalian. Tidak hanya meja, kalian harus menjaga fasilitas dan lingkungan sekolah. Karena itu adalah tanggung jawab bersama agar pembelajaran lebih mudah dilaksanakan. Janji tidak mengulang lagi?”

Baca selengkapnya »

Fenomena Tak Naik Kelas

Fenomena tak naik kelas memang menjadi beban bagiku. Sebagai seorang guru, ketidaknaikan berarti kegagalan. Ketidaknaikan juga menjadi beban saat melihat raut kecewa anak-anak. Dan menjadi beban lebih berat ketika ketidaknaikan menjadi alasan anak-anak memilih putus sekolah. Tapi, aku masih menunggu Endang, Riki dan Spenser di tahun ajaran baru.

Baca selengkapnya »

Nasihat Kokom

Ilustrasi. (Foto: rawmavy.deviantart.com)

“Jika itu menjadi jalan keridhaan Allah, kenapa aku harus merasa sakit? Kau, berhati-hatilah dalam menjemput jodohmu. Mintalah Allah selalu membimbingmu. Dan selalu ingat, menikahlah karena Tuhanmu, agar kau kuat menghadapi badai rumah tanggamu. Dan jangan kau terlalu mencintai pasanganmu, karena itu akan menjadikanmu merasa sakit menerima ketetapan Tuhan untukmu. Sebaik-baik cinta, hanya cinta kepada Tuhanmu"

Baca selengkapnya »

Nasi untuk Endang

Aku mengangguk. Mataku berbinar. Meski tubuh Endang mulai mengecil, kulihat kemauan belajarnya semakin besar. “Kamu memang pintar dan rajin.” “Kapan kita akan makan bersama lagi di kelas Bu?” “Nanti, kalau ibu sudah bisa menyiapkan nasi untukmu dan untuk Riki” Endang berlalu, dan siang ini terasa sejuk meski matahari begitu terik.

Baca selengkapnya »