Home / Faqih A

Faqih A

Ajang Peningkatan Iman

Marilah Kita jadikan semua masalah yang ada di sekitar kita itu untuk ajang meningkatkan level keimanan kita. Menjadikan masalah sebagai pelajaran hidup untuk menjadi yang lebih baik. Tidak malah berkeluh kesah "aduh, kok begini." "hemmm... Masalah kok ada terus." "kenapa hidup ini dipenuhi masalah". Boleh saja sih berkeluh kesah, tapi kepada Allah. Tidak dijadikan sebagai penyebab putus asa. Adanya masalah itu untuk menjadikan kita menjadi lebih baik, bukan tambah buruk.

Baca selengkapnya »

Hidup Seimbang

Kita harus hidup seimbang antara kerja dan istirahat, belajar dan libur. Jika kita hanya melakukan salah satunya saja, maka hidup tidak akan berkah. Yang ada hanya binasa. Karena hidup kita akan dilingkupi oleh capek dan lelah saja. Tanpa menikmati hasil keringat sendiri. Hidup seimbang akan membuat hidup kita menjadi gampang dan melegakan. Ketika kita bekerja, pasti lelahnya bukan main. Tapi kemudian pulang dan istirahat di rumah, pasti rasa lega dan lelah pun akan hilang. Berbeda dengan orang yang bekerja terus. Tidak akan merasakan kenyamanan dan ketenangan. Karena tidak pernah istirahat. Sama dengan berdiam diri di rumah tanpa mau mengeluarkan setetes keringat. Tidak akan pernah merasakan nikmatnya istirahat, karena tidak pernah merasakan capeknya bekerja. Makanya, mari kita capekkan tubuh kita dengan bekerja. Kemudian kita tenangkan dengan istirahat dan bercengkrama dengan keluarga.

Baca selengkapnya »

Bahan Bakar Kehidupan

Motivasi itu perlu. Melakukan sesuatu tanpa adanya motivasi, hasilnya tidak akan maksimal. Tanpa motivasi, tidak mungkin bisa mencapai tingkat kesuksesan. Memang, bukan motivasi yang membuat kita berhasil. Melainkan usaha kita. Tapi sekali lagi, usaha bisa ada berkat ada cipratan motivasi. Makanya kita harus senantiasa memotivasi diri, agar tidak kehabisan bahan bakar. Jika bahan bakar sudah terisi, maka perjalan mencapai tujuan bisa dilakukan.

Baca selengkapnya »

Maksiat Si Gemblong

Ada benarnya jika sesuatu yang kita lihat salah atau buruk itu memang salah dan buruk. Tetapi tidak sepenuhnya itu benar-benar sama dengan anggapan kita. Maka jangan mengklaim sesuatu dengan cepat dan tidak beralasan. Karena itu akhirnya menjadi fitnah, dan fitnah itu sangat dibenci Allah.

Baca selengkapnya »

Melawan Risiko

Untuk meningkatkan kualitas diri, tentu saja dengan ibadah dan akhlakul karimah. Seperti rajin shalat, sedekah, tolong menolong, jujur, dapat dipercaya, ramah dengan tetangga, dan lain sebagainya. Tanpa keduanya, tidak mungkin kualitas diri kita lebih meningkat. Rasulullah pernah bersabda: "tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amalan seorang mukmin di hari kiamat dari pada akhlak yang baik. Dan sesungguhnya, Allah membenci orang yang keci lagi kotor." (HR. At-Tirmidzi, dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits shahih).

Baca selengkapnya »

Nasib si Jhones

Foya-foya itu membuat candu. Memang rasanya manis di awal, tapi pahit di akhir. Kemudian juga, memanjakan anak bukan cara terbaik untuk membahagiakan anak. Tidak akan menjadikannya orang perkasa, tapi manja, tak mau susah, maunya yang enak-enak saja. Dan mati pun dalam keadaan susah.

Baca selengkapnya »

Hiasi Rumah Dengan Alquran

Membaca Alquran itu adalah sumber dari kedamaian dan kesejukan hati. Pantas saja ada orang yang doyan bingung dalam hidupnya, wong Alquran hanya menjadi hiasan meja. Yang lebih parah, banyak mengoleksi buku-buku besar. Tapi Mushaf Alquran yang berdebu pun tidak ada. Sungguh memilukan. Nah, dengan demikian, tidak mau kan kitab suci kita yang merupakan sebuah mukjizat sepanjang masa menjadi sia-sia dan hanya menjadi hiasan saja. Makanya, mari kita galakkan baca Alquran.

Baca selengkapnya »

Bermuka Ganda

Tentang orang munafik telah dijelaskan oleh Alla dalam firmannya "Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan."(QS. An-Nisa': 108-109).

Baca selengkapnya »

Budayakan Sapa

Menyapa memang terasa berat sekali. Buktinya, masih banyak orang-orang di sekeliling kita yang masih cuek satu sama lain. Tapi yah perlu kita coba. Sebenarnya kita tahu tatkala bertemu dengan orang lain itu harus menyapa. Tapi ada rasa wegah atau malau untuk menyapa "jangan-jangan, tidak digubris" "jangan-jangan, tidak digugu" dan lain sebagainya. Itu sudah biasa. Yang perlu kita lakukan adalah mencoba. Apapun yang terjadi, itu urusan "bagaimana nanti".

Baca selengkapnya »