Home / Muhammad Elvandi, Lc

Muhammad Elvandi, Lc

Muhammad Elvandi, Lc
Muhammad Elvandi lahir di Bandung, tahun 1986. Ia menyelesaikan seluruh pendidikan dasarnya di Bandung: SDN Cibuntu 5, SLTPN 25 dan SMUN 9.Bahasa Arab mulai dikenalnya dari dasar selama dua tahun di Ma’had Al Imarat dan bahasa Inggris selama sembilan bulan di LIA.Skill kepemimpinannya terlatih sejak pramuka, menjadi ketua IKMA rohis SLTPN 25, ketua bidang tarbiyah PRISMAN SMUN 9, dan president UCC (United Conversation Club) dan presiden mahasiswa BEM Al Imarat.Pengalaman menulis pertamanya adalah sebuah novel kepahlawanan di zaman perang salib ‘Syair Cinta Pejuang Damaskus‘ tahun 2006.Pertengahan tahun 2007 mendapatkan beasiswa kuliah S-1 di Universitas al-Azhar Mesir, jurusan Da’wah wa Tsaqâfah al-Islâmiyyah hingga selesai tahun 2011.Selama menjadi mahasiswa di Mesir kembali menekuni aktivitas kepenulisan hingga terbit buku ‘’Inilah Politikku’’. Juga terjun dalam organisasi mahasiswa dan menjadi ketua BPA-PPMI. Dan menjadi pembicara di puluhan forum Keislaman, Kepenulisan, Leadership, Public Speaking dan Politik. Ia menggemari sastra secara umum, juga buku-buku sejarah, pemikiran, dan politik.Tahun 2011 Elvandi meneruskan kuliah ke Perancis. Mempelajari bahasa Perancis dalam setahun di Saint Etienne lalu mengambil Master Filsafat di Institut Europeen des Sciences Humaines de Paris hingga 2014.Ia menjadi konsultan pendidikan dan keislaman untuk komunitas pekerja perusahaan Internasional Total Paris, juga menjadi pembicara keislaman dan keindonesiaan di KBRI Perancis, KBRI Autria, KBRI London, Forum Keislaman IWKZ Berlin, SGB Utrech Belanda, KIBAR United Kingdom, dan beberapa komunitas muslim lokal di Newcastle, Manchester, Glasgow dan Aberdeen.Tahun 2014 Elvandi mengambil mengambil Master kedua di University of Manchester pada program MA Political Science: Governance and Public Policy yang diselesaikan di pertengahan 2015.Saat ini Elvandi membangun beberapa lini bisnis di Indonesia dan Eropa, juga menjadi pembicara di forum-forum dalam dan luar negeri, serta menjadi dosen di Telkom University Bandung.Elvandi juga membina berbagai komunitas anak muda di Indonesia. MUDA Community (www.muda.id) adalah komunitas Muslim Berdaya yang fokus membangun kemampuan pemikiran dan ilmu-ilmu keislaman di generasi muda. Juga AFKAR Institute, adalah lembaga kajian strategis, Think Tank yang mengkaji tema-tema strategis keumatan di level Indonesia dan global.

Kendaraan Sebuah Gagasan

Karena kendaraan adalah sarana, ijtihad ulama dan anak pikiran untuk menjawab ‘Ihtiyaajaat al-‘Ashr’ (tuntutan zaman) dalam bahasa Said Hawwa. Maka variabel-variabel tuntutan zaman seperti analisis lingkungan strategis, capaian dakwah, politik, sosial, situasi lokal, nasional, global trend bahkan ‘future projection’; semua itu harus menjadi evaluasi tahunan bahkan kontemplasi harian seorang muslim.

Baca selengkapnya »

Nafas Dakwah

Bagi sebagian orang, semangat perbaikan dianggap pembangkangan. Gerakan penyadaran dianggap pengkhianatan. Lalu label buku fenomenal itu dengan mudah disematkan. ‘Al-Mutasaqithun fi thariq da’wah’, yang berjatuhan di jalan dakwah.

Baca selengkapnya »

Tragedi Paris: Mengkhianati Nabi Tanpa Sadar

Masyarakat eropa, walaupun mengakses media-media mainstream namun mereka mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi akan kebenaran. Maka ini kesempatan kita untuk menjelaskan lebih banyak, tentang nilai-nilai agung Quran yang menjunjung kasih sayang. Pertumbuhan Islam di Amerika sangat tinggi setelah 11 september, karena orang-orang menjadi penasaran dan membaca Islam, semoga ini juga terjadi pada warga Perancis. Sehingga tragedi tidak meningkatkan islamofobia, tapi menyuburkan lahan dakwah.

Baca selengkapnya »

Generasi Pembaca

Di zamannya, Imam Syafi’i dan Hanbali hanyalah dua contoh anak muda yang berlama-lama menunggu di halaman kantor lokal pemerintahan, setiap hari, memungut lembaran-lembaran administrasi bekas yang halaman belakangnya bisa digunakan untuk menampung catatan pelajaran. Terkadang mengukir tulang belulang untuk berjuang mengkaji ulang pengetahuan. Itulah sumber pembelajaran mandiri mereka. Membaca dalam keterbatasan.

Baca selengkapnya »
Organization