Home / Edgar Hamas

Edgar Hamas

Mahasiswa Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir | Alumni SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang | Alumni Ponpes Husnul Khotimah Kuningan

Panas itu Tentara Allah

Ialah panas, satu dari sekian banyak tentara Allah. Maka jika sebenar-benar taat kita telah maksimal dilakukan, sejatinya akanlah ridha terhadap semua yang Allah berikan. Dingin mengingatkan kita untuk bersyukur dan mendamba naungan surga. Musim semi mengingatkan kita tentang kebun-kebun yang berbuah, bunga-bunga mekar, menunjukkan bahwa Allah mahakuasa menghidupkan setelah mematikan. Dan panas, memang terik, namun ia ingatkan kita untuk mawas diri, dan mempersembahkan ‘peluh’ ketaatan kita, agar kelak ia tak deras tertetes di padang Mahsyar karena kelalaian kita.

Baca selengkapnya »

Jangan Pernah Bosan Membela Palestina

Dengan atau tanpa kita, Palestina telah digariskan Allah kembali merdeka. Yang jadi pertanyaan bagi kita adalah; Akankah nama kita tertulis di langit sebagai hamba yang memperjuangkannya? Atau terlantar sebagai penonton yang pandai berkomentar sampai berbusa-busa, kemudian hanya memandang terpaku ketika ia telah terbebas? Naudzubillah min dzalik. Jangan pernah bosan membela Palestina, baik dengan doa, harta, fikiran dan raga. Wallahu A’lam.

Baca selengkapnya »

Antara Temujin dan Rajawali Quraisy

Berbeda dengan Genghis Khan. Ia percaya segala kekuatannya bersumber dari Dewa Tengri, sebuah kepercayaan yang dianut oleh bangsa Mongol kala itu. Orangtuanya mendidiknya untuk membunuh tanpa ampun, dan ia hidup di tengah sistem rimba yang membabi buta. Sehingga, dengan adat-adat Mongol yang didominasi hal-hal kasar, ia menjadi penguasa yang kejam.

Baca selengkapnya »

Ini Bukan Tentang Nama, Ini Tentang Peran

Semoga, walau dunia tak kenal engkau, tak tahu namamu, Alam Langit di atas sana sedang menjadikanmu bintang puji dan kemuliaan. Semoga, jika memang nama kita dikenal bumi dan dipuji manusia, tetaplah kita berlurus niat agar amal-amal tak menguap jadi kenangan saja. Selamat menjalani peran, urusan balasan serahkan saja pada Maharaja. “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu.” (QS. At-Taubah : 105)

Baca selengkapnya »

Getar Juang dari Penjaga Rumah Sakit Gaza

Dalam suatu kesempatan, di sebuah majelis ilmu nan diberkahi, berkisahlah Sang Guru kepada murid-muridnya seberkas pengalaman menggugahnya selama rihlah panjang mengarungi tanah juang bernama Gaza. Beberapa tahun lalu, beliau berkesempatan menemani relawan Indonesia untuk menyapa warga Gaza dan menyalurkan beberapa logistik yang mereka butuhkan.

Baca selengkapnya »

Antara Tih Bani Israel dan Tih Umat Islam

“Generasi yang berhak untuk memerdekakan kembali Baitul Maqdis”, tulis beliau kembali, “Adalah generasi yang beriman pada Allah, lalu berjuang di jalan-Nya”, kemudian dalam bait-bait penjelasannya ia memuat sebuah komentar yang penting, “Generasi Pengecut yang hari ini berkilah tak memiliki daya upaya walau sedikit untuk membebaskan Al-Aqsha, dan takut pada kedigdayaan Israel, Amerika dan Rusia, mereka adalah gambaran sama yang terjadi pada generasi Bani Israel ketika enggan memasuki Baitul Maqdis, kemudian Allah buat mereka kebingungan berputar-putar dalam ketidakpastian, seperti Bani Israel tersesat di padang Tiih”

Baca selengkapnya »

Kondisi Sosial-Spritual Umat Islam Sebelum Pembebasan Al-Aqsha Era Shalahuddin

Pada akhirnya, pola kebangkitan yang digulirkan Shalahuddin menjadi tolak ukur yang dipelajari hingga kini oleh para Ulama Muslimin. Sebab dalam kepemimpinannya, Umat Islam kembali bersatu dalam kepemimpinan yang kuat dan shalih, perpaduan indah atara kekokohan akidah, kekuatan militer dan kemakmuran ekonomi menjadikan generasi di era Shalahuddin diyakini sebagai salah satu generasi terbaik Umat Islam sepanjang sejarah.

Baca selengkapnya »

Berfokus pada Target Besar, Jangan Lalaikan Target Kecil

Semua mahasiswa memerhatikan Sang Dosen lekat. Ada yang telah memahami maksud beliau, beberapa masih ada yang bingung. Seorang Mahasiswa bertanya polos, “lalu, bagaimana kesimpulannya pak?” sambil cengengesan dan memandang kanan kirinya. “Kesimpulannya sederhana”, jawab beliau, “Pastikan hidupmu kau isi dahulu dengan target-target besar, hingga jika semuanya telah kalian tekadkan, barulah kita bisa menambah dengan target-target yang lebih kecil. Fokuslah, jika target kecil malah kita utamakan, selamanya kita tak akan bisa mencapai target besar kita, sebab pikiran dan daya kita terlanjur dikuras oleh sesuatu yang kecil”.

Baca selengkapnya »

Kejatuhan Baghdad dan Masuk Islamnya Pasukan Mongol

Saat itu Baghdad kalut, penuh prahara dan ancaman dari seluruh penjuru mata angin. Pasukan Mongol yang kabarnya ganas dan ulung menunggang kuda sejenak lagi sampai di pintu-pintu Baghdad, bersiap melahap segala yang ada; membunuh yang hidup, merobohkan yang tegak, membakar yang utuh, dan menghancurkan bukan sekedar orang Arab, mereka berniat melenyapkan peradaban!

Baca selengkapnya »

Nabi Yahya, Pemuda yang Dirindu Sejarah

Sebelum sifat-sifat mulia muncul, Allah mula-mula memberinya satu kaidah paripurna… “Hai Yahya, pelajarilah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh” (Maryam : 12). “Sungguh-sungguh dalam memahami, sungguh-sungguh dalam mengemban dan berdakwah, sungguh-sungguh dalam mengamalkan dan kesabaran, serta sungguh-sungguh dalam keimanan dan keyakinan pada Kitabnya”, tulis Syaikh Muhammad Said Hawwa dalam bukunya Shinaatus Syabab.

Baca selengkapnya »
Organization