Home / Berita / Internasional / Asia / Presiden Duterte Berencana Ubah Nama Filipina Jadi Maharlika

Presiden Duterte Berencana Ubah Nama Filipina Jadi Maharlika

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Manila. Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan rencananya untuk mengubah nama negara menjadi Maharlika.

Menurutnya, Maharlika lebih cocok dengan kultur budaya di negara itu, karena mencerminkan kebangsawanan dan martabat. Berbeda dengan kata Filipina, yang menurutnya sangat erat dengan nafas kolonialisme Spanyol.

Pada gilirannya, Jubir Kepresidenan Filipina Salvador Panillo, mengatakan Presiden Duterte mengumumkan sebuah gagasan, di mana nama negara dapat diubah.

Panilo mengatakan, konstitusi negara memberi hak kepada parlemen untuk membuat undang-undang terkait dengan perubahan nama, dan memberikan suaranya melalui referendum.

Seperti dilansir dari Anadolu Arabic, Rabu (13/02/2019), Mantan Presiden Filipina Ferdinand Marcos adalah orang pertama yang mengusulkan perubahan nama negara itu menjadi Maharalika.

Dilansir dari Wikipedia Indonesia, Maharlika adalah sebutan bagi kaum pendekar feodal dalam masyarakat Tagalog di Luzon, Filipina. Istilah ini diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol menjadi hidalgo, yang berarti orang merdeka, libre, atau orang bebas.

Sementara menurut pendekatan Hindia-Melayu, kata Maharlika berkerabat dengan istilah mardika, merdeka, merdeheka, atau maradika berarti ‘merdeka’. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization