Home / Konsultasi / Konsultasi Arsitektur / Bisakah Saya Renovasi Rumah 200 Juta?

Bisakah Saya Renovasi Rumah 200 Juta?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Pak Andan di dakwatuna, saya ingin renovasi rumah tapi dana saya hanya 200 juta rupiah. Sementara rumah saya nampaknya cukup tidak tertata. Saya bingung mau mulai dari mana. Atap juga perlu dibongkar semua karena masih menggunakan rangka kayu.

Kebutuhan saya adalah 3 kamar tidur di bawah untuk master bedroom, ruang tidur tamu dan ruang tidur untuk orang tua kami. Untuk service area kami ingin ada di atas saja.

Di lantai 2 saya ingin ada 2 kamar tidur anak, 1 kamar pelayan dan ruang cuci jemur. Saya juga ingin ada akses view dari lantai 2 ke lantai 1. Karena selama ini view nya terputus. Hingga seolah tak ada komunikasi antara lantai 1 dan lantai 2.

Demikian Pak Andan, maaf jika bapak ada waktu bisa survey rumah kami pak, di Pulomas Jakarta Timur.

Wassalaamua’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh


Jawaban:

Wa’alaikum salam wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Bu Fanny di Pulomas, dan pembaca dakwatuna yang kami hormati. Alhamdulillah kami masih dapat diberi kepercayaan untuk mengolah desain ini. Karena banyak sekali teman-teman yang enggan berobat ke arsitek. Seringkali rumah nya diobati sendiri. Hingga kadang sudah habis ratusan juta, rumahnya tidak sembuh juga.

Sedih sekali saya sering menyaksikan ini. Karena melihat pasien saya banyak tidak sembuh bukan karena tidak ada dana, namun lebih karena tidak berobat pada ahlinya. Padahal dengan sedikit sabar konsultasi ke arsitek, maka in sha Allah akan didapat hasil yang maksimal.

Alhamdulillah Bu Fanny datang tepat pada waktu nya. Sebelum renovasi dilaksanakan, saya bisa periksa dulu seluruh struktur bangunan rumah lamanya. Apalagi lokasi rumah Bu Fanny dekat dengan sekolah saya dulu di SMA 30 bye pass Ahmad Yani. Dan pulomas adalah memory masa remaja saya dulu. Hingga saya sangat hafal daerah tersebut.

Singkat cerita setelah saya survey, banyak sekali cara untuk berhemat yang saya temukan di lapangan. Saya buat secara pointers kali ini pola penghematan nya. Agar mudah dipahami.

  1. Denah lama lantai 1 saya pertahankan semua hingga pola lama sirkulasi tetap dipertahankan.
  2. Lantai 2 bangunan lama saya pertahankan keseluruhannya hanya bagian belakang yang terlalu lapang saya buat kamar dan ruang cuci jemur.
  3. Renovasi besar fokus pada penggantian rangka atap, dari kayu ke baja ringan.
  4. Genteng lama tetap dipakai karena masih bagus, jika kurang, kita beli lagi dengan jenis yang sama dengan genteng lama.
  5. Void sambungan view lantai satu dan dua ada di ruang keluarga, hingga hanya dengan membuat plafond miring pada ruang keluarga akan terbentuk void akses view atas dan bawah.
  6. Tangga lama seluruhnya digunakan, hanya ada bagian dak beton lama yang agak menonjol yang harus dibongkar agar barang mudah dibawa ke atas.
  7. Bagian cuci jemur kita gunakan atap transparan hingga ada akses cahaya juga bisa masuk ke lantai satu.

Demikian 7 tips renovasi hemat buat rumah bu Fanny. Insya Allah dengan konsep ini, dana 200 an juta masih dapat. Walaupun setelah ini saya akan buat dulu rencana anggaran biayanya (RAB). Hingga akan lebih terperinci lagi satuan pekerjaannya. Namun dengan panduan desain ini, saya bisa perkirakan dana tersebut bisa masuk.

Alhamdulillah, selesai sudah desain kita kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan jangan ragu untuk berobat ke arsitek jika ingin renovasi rumah. Agar dapat solusi hemat tepat dan murah. (andan/dakwatuna.com)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Lulusan Teknik Arsitektur angkatan 90 Univ. Pancasila. Bisa dihubungi di 0817-496-5742. Aktif menulis di media tahun 99. Sebagai pengisi rubrik griya di koran Republika. Sebelumnya sempat aktif di Tabloid Nova. Membantu pembuatan desain rumah tinggal yang di asuh oleh Ir. Nurhadi.Andan Nadriasta diambil dari bahasa sansekerta. Artinya adalah 'tangan yang berkarya'. Doa dari orang tua tersebut mengiringi segenap kegiatan dalam berkarya membuat disain rumah tinggal yang islami. Serta berdakwah di lingkungan sekitar hingga daerah yang dikunjungi.

Lihat Juga

Cerita Arah Baru Turki