Home / Narasi Islam / Dakwah / Semangat Berdakwah Agar Hidup Lebih Bermanfaat

Semangat Berdakwah Agar Hidup Lebih Bermanfaat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Sebagai seorang muslim, sudah sewajarnya dan perlu untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan. Setiap perilaku, kata-kata, dan penampilan secara tidak langsung mencerminkan agama Islam. Setiap muslim bisa dikatakan sebagai seorang duta dari agama Islam. Jika berbagai duta di sekolah, kampus, atau perusahaan akan mencerminkan perusahaan tersebut dan jika ingin bertanya berbagai hal mengenai sekolah, kampus, atau perusahaan bisa ditanyakan ke duta tersebut. Sehingga seorang muslim juga dituntut untuk bisa memiliki pengetahuan mengenai agamanya agar bisa menjadi duta yang baik.

Seorang duta akan menyampaikan hal-hal yang membuatnya tertarik terhadap apa yang ia sampaikan. Duta dari agama Islam juga akan menyampaikan hal-hal yang bisa membuat orang lain tertarik dan memahami tentang Islam. Menyeru kepada kebaikan menjadi hal yang penting bagi seorang muslim, karena Allah Subhana wa ta’ala berfirman dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 104.

Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

Penjelasan ayat ini berdasarkan tafsir Jalalain yaitu:

“(Hendaklah ada di antara kamu satu golongan yang menyeru kepada kebaikan) ajaran Islam (dan menyuruh kepada yang makruf dan melarang dari yang mungkar. Merekalah) yakni orang-orang yang menyeru, yang menyuruh dan yang melarang tadi (orang-orang yang beruntung) atau berbahagia. ‘Min’ di sini untuk menunjukkan ‘sebagian’ karena apa yang diperintahkan itu merupakan fardu kifayah yang tidak mesti bagi seluruh umat dan tidak pula layak bagi setiap orang, misalnya orang yang tidak memiliki pengetahuan.”

Maksud ayat ini, hendaklah ada segolongan dari umat yang siap memegang peran ini, meskipun hal itu merupakan kewajiban bagi setiap individu umat sesuai dengan kapasitasnya. Sebagaimana ditegaskan dalam kitab Shahih Muslim, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda:

“Barang siapa melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu, maka hendaklah ia mengubah dengan lisannya dan jika tidak mampu juga, maka hendaklah ia mengubah dengan hatinya dan yang demikian itu merupakan selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)

Keutamaan besar yang bisa didapatkan melalui berdakwah salah satunya adalah seperti dalam hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Barang siapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

Beberapa faedah dari hadits ini yaitu: Keutamaan dakwah di jalan Allah dan menunjukkan kebaikan kepada orang lain, baik kebaikan dunia atau akhirat. Orang yang menunjukkan kebaikan maka akan mendapatkan pahala karena telah menunjukkan kebaikan serta pahala orang yang mengikutinya. Amal yang bisa dirasakan oleh orang lain lebih besar manfaatnya dibandingkan amal yang manfaatnya terbatas untuk diri sendiri. Hadits ini mencakup orang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain dengan perbuatannya, meskipun tidak dengan lisannya. Seperti orang yang menyebarkan buku-buku yang bermanfaat, berakhlak mulia dan berpegang teguh dengan syariat Islam agar manusia juga bisa meneladaninya. Keutamaan mengajarkan ilmu dan besarnya pahala seorang pengajar yang mengharapkan pahala di akhirat. Dianjurkan seseorang untuk meminta kepada Allah agar menjadi teladan dalam kebaikan.

Sehingga saat ingin mendapatkan pahala lebih, salah satunya adalah dengan menyeru kepada kebaikan atau berdakwah. Jika mencoba berpikir, sehebat atau sebanyak apa pun beribadah misalkan shalat. Tentu saja pahalanya hanyalah pahala satu orang. Tetapi saat mengajak atau berdakwah kepada misal dua orang yang rajin shalat melalui perantara dakwah yang lakukan, akan mendapatkan tambahan pahala shalat dua orang. Jika yang Anda ajak ada seratus orang, seribu orang, tentu saja pahalanya lebih banyak lagi.

Namun, tetap saja akan ada ujian bagi orang yang sudah berhasil mengajak banyak orang. Karena itu tidak boleh merasa nyaman saat seandainya sudah berdakwah ke banyak orang. Ujian kesabaran, ujian untuk tidak merasa ujub, ujian untuk tidak merasa dirinya hebat, dan ujian yang lainnya. Jika tidak percaya, silakan saja dicoba. Karena ujian itu juga bergantung pada level keimanan seseorang. Ujian anak kelas 1 SD dengan mahasiswa semester 1 tentu berbeda tingkat kesulitan soalnya. Di sinilah Allah maha adil dengan memberikan cobaan atau ujian sesuai dengan tingkatannya. Saat berhasil tentu saja akan ada pahala dari Allah. (dakwatuna/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
Seorang pemuda dan pendidik yang terus berproses untuk memperbaiki diri dan membuat orang lain jadi baik. Gemar mencari inspirasi dari apa yang ditemui, mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi, dan mencoba berbagi kebermanfaatan dari apa yang dimiliki.

Lihat Juga

Bentuk-Bentuk Penyimpangan di Jalan Dakwah (Bagian ke-3: Persoalan Jamaah dan Komitmen (Iltizam))