Home / Berita / Internasional / Asia / Lagi, Pemerintah Saudi Dikabarkan Tangkap Syaikh Mohsen Al-Awaji

Lagi, Pemerintah Saudi Dikabarkan Tangkap Syaikh Mohsen Al-Awaji

Syaikh Mohsen al-Awaji (Aljazeera)
dakwatuna.com – Riyadh. Akun Twitter yang rajin menyoroti perpolitikan di Arab Saudi kembali bersuara. Kali ini, akun @M3tkl itu menyebut pemerintah Riyadh menangkap seorang dai bernama Syaikh Mohsen al-Awaji pada Senin (22/10) kemarin.

Akun itu juga menyatakan Syaikh al-Awaji sebelumnya ditahan selama lima hari. Ia dijebloskan ke dalam penjara Dhahban sehubungan interaksinya dengan Syaikh Safar Hawali.

Dalam unggahan berikutnya, akun tersebut mengunggah sebuah video yang berisi kesaksian pengalaman buruk al-Awaji selama dalam penjara. Syaikh juga menyebut perlakuan kasar pihak berwenang kepada para tahanan politik, hingga siksaan fisik saat berada di meja interogasi.

Syaikh al-Awaji diketahui berhenti menggunakan Twitter sejak 21 Juni 2017. Padahal jumlah pengikutnya sudah mencapai 1,5 juta orang.

Penangkapan dai dan opinion maker di Arab Saudi masih terus berlangsung. Sejumlah pesohor seperti Syaikh Safar Hawali, Syaikh Salman Audah, Syaikh Awad al-Qarni dan lain-lain hingga kini masih meringkuk dalam tahanan tanpa tuduhan yang jelas. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi