Home / Berita / Internasional / Asia / Dianggap Radikal, Pemerintah Cina Perangi Makanan Halal di Xinjiang

Dianggap Radikal, Pemerintah Cina Perangi Makanan Halal di Xinjiang

Warga Turki Uighur di Turkistan (almoslim.net)
dakwatuna.com – Beijing. Pemerintah Ibukota Xinjiang, Urumqi, meluncurkan kampanye untuk memerangi produk halal di wilayah tersebut. Hal itu dilakukan agar Islam tidak “menyusup” ke dalam kehidupan sekuler, dan menyajikan makanan yang mereka anggap “radikal” itu.

Menurut memo yang tersebar di akun resmi pemerintah Urumqi di aplikasi WeChat, situs olah pesan paling populer di Cina, disebutkan bahwa para pemimpin Partai Komunis Urumqi akan memimpin kadernya untuk “bertarung dalam pertempuran penting melawan makanan halal.

Cina mendapat kecaman keras dari organisasi HAM internasional terkait perlakuannya terhadap Muslim Uighur yang mendiami Xinjiang. Banyak laporan menyebut, kelompok minoritas ini tidak mendapatkan hak-hak mereka sebagai warga negara maupun sebagai pemeluk agama.

Sejauh ini, Beijing membantah semua laporan yang menyebut telah melanggar hak-hak Muslim Uighur. Mereka mengklaim tindakannya dalam rangka memerangi “ekstremisme dan terorisme”. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Qatar: Negara Kami Jauh Lebih Kuat meski Diboikot

Organization