Home / Berita / Internasional / Asia / Dunia Islam Dinilai Belum Bereaksi atas Kondisi Muslim Uighur

Dunia Islam Dinilai Belum Bereaksi atas Kondisi Muslim Uighur

Muslim Uighur (cdnimage.terbitsport.com)
dakwatuna.com – Beijing. Harian Inggris The Guardian, menyeru agar dunia internasional menekan Cina atas perlakuannya terhadap Muslim Uighur di Xinjiang. Hal itu tertulis dalam halaman editorialnya, seperti dikutip Aljazeera.net.

Menurut Guardian, laporan penganiayaan dan penindasan terhadap Muslim Uighur secara umum belum mendapat reaksi semua pihak, termasuk negara-negara Islam. Namun, tampaknya saat ini masyarakat internasional mulai bergerak memberi perhatian.

Lebih lanjut, Guardian juga mengacu pada desakan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michele Bachelet. Diketahui, Bachelet mendesak agar para pengamat menerima informasi yang “sangat mengkhawatirkan” tersebut.

Politisi Malaysia Anwar Ibrahim juga telah menyatakan bahwa Umat Islam takut, dan “tidak ada yang mau mengatakan sesuatu”. Media Amerika juga menyatakan bahwa Washington sangat menyayangkan perlakuan Cina terhadap minoritas Muslim di Xinjiang, dan berencana menjatuhkan sanksi bagi entitas dan individu asal Cina.

Terkait informasi adanya penahanan terhadap satu juta Muslim Uighur, Human Rights Watch menyebutnya sebagai aspek paling mengejutkan yang belum pernah dilakukan Cina sejak Revolusi Kebudayaan tahun 1966 silam.

Konsentrasi militer terhadap Muslim Uighur, imbuh HRW, menambah panjang daftar penindasan yang dilakukan Cina dalam beberapa tahun terakhir.

Provinsi Xinjiang telah dianggap sebagai negara polisi digital yang penuh dengan pos pemeriksaan, kamera pengawas keamanan, dan teknologi pengenal wajah. Seseorang di wilayah tersebut dapat dengan mudah ditahan hanya karena bepergian ke luar negeri, mencoba menegakkan syiar agama, atau bahkan karena mereka tidak berbicara bahasa Cina. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kesaksian Warga Desa Kamboja Hempaskan Megaproyek Cina (Bagian 1)

Organization