Home / Berita / Internasional / Asia / Israel Tangkap 378 Warga Palestina Selama Bulan September

Israel Tangkap 378 Warga Palestina Selama Bulan September

Jumlah tahanan mencapai sekitar enam ribu warga Palestina. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Tel Aviv. Tentara Israel menangkap 378 warga Palestina sepanjang bulan September lalu. Menurut laporan lembaga yang pemerhati tahanan Palestina di penjara Israel, terdapat 52 anak-anak dan 10 orang wanita dari jumlah tersebut.

Laporan tersebut merupakan hasil kerja sama tiga lembaga sekaligus, yaitu Komite Tawanan dan Pembebasan (negeri), Klub Tahanan Palestina (swasta), serta Asosiasi al-Dameer untuk Kesejahteraan Tawanan dan HAM (swasta), dan dirilis pada Selasa (09/10) kemarin.

Menurut laporan, seperti dilansir dari Aljazeera.net, 104 tahanan berasal dari Kota al-Quds, 56 orang dari Kota Ramallah dan al-Bireh, 73 dari Hebron, dan 16 orang dari Jalur Gaza. Sisanya berasal dari berbagai kota di Tepi Barat.

Laporan juga menyebutkan, Otoritas Israel memerintahkan 38 penahanan administratif selama bulan lalu.

Ditambahkan, saat ini terdapat sekitar 6.000 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel. Di antara mereka ada 52 wanita tua serta seorang gadis kecil. Jumlah anak-anak yang ditahan mencapai sekitar 200 anak, sedangkan ada sekitar 430 tahanan administratif.

Penahanan Administratif adalah keputusan untuk menjebloskan seseorang ke dalam penjara tanpa pengadilan. Biasanya, keputusan ini hasil persetujuan dari intelijen Israel dan berkoordinasi dengan komandan wilayah dalam militer.

Tahanan Administratif bisa mendekam di penjara selama satu hingga enam bulan lamanya. Keputusan sendiri diambil berdasarkan informasi rahasia.

Israel sendiri dapat menambah masa tahanan kapanpun dan sebanyak apapun, dengan syarat tahanan membahayakan keamanan. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Rayakan Milad ke-31, Hamas Gelar Parade Militer

Organization