Home / Berita / Internasional / Asia / Cina Ubah Nama Sebuah Sungai karena Dinilai ‘Islami’

Cina Ubah Nama Sebuah Sungai karena Dinilai ‘Islami’

Pemerintah Cina berusaha menghapus jejak sejarah bangsa Muslim ‘Hui’. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Beijing. Pemerintah Cina mengubah nama sebuah sungai karena dinilai berbau Arab dan Islam. Sungai tersebut terletak di Ningxia, sebuah wilayah terbesar yang dihuni oleh Muslim Cina dari ‘Hui’.

Menurut portal Newsweek Amerika, awalnya nama sungai tersebut adalah Sungai Aiyi. Konon nama itu dinisbatkan kepada Sayyidah Aisyah ra., istri baginda Nabi Muhammad saw.

Setelah diubah, sungai tersebut kini bernama Sungai Diannong, nama kuno untuk ibu kota Ningxia, yang sekarang dikenal dengan Yinchuan. Sungai sepanjang 112 mil itu melewati enam wilayah, dari wilayah Yongning menuju ke Sungai Kuning.

Menurut pejabat Cina, pengubahan nama itu berdasarkan pada undang-undang tahun 2013, yang mengatur pengubahan semua nama yang memiliki makna asing. Nama dengan makna lokal ditetapkan sebagai penggantinya.

Sementara peneliti urusan bangsa ‘Hui’ mengatakan, penggantian nama itu menunjukkan kebodohan dan ketidaktahuan. Menurutnya, Aiyi adalah nama seorang putri cantik dari kalangan Hui.

Ia menambahkan, otoritas lokal juga menghilangkan 860 buku dari perpustakaan lokal yang berbicara tentang bangsa Hui. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan dan Trump Sepakat, Soal Apa?