Home / Berita / Internasional / Asia / Penggusuran Massal Warnai Transformasi Beijing

Penggusuran Massal Warnai Transformasi Beijing

Penggusuran massal di Beijing. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Beijing. Pemerintah Cina menyebut mereka sebagai ‘penduduk kelas bawah’. Mereka adalah ribuan pekerja migran yang melarikan diri dari kemiskinan di pedesaan Cina. Dengan mengharap upah yang lebih baik, mereka mencari pekerjaan di kota-kota besar seperti Beijing.

Mereka membantu membangun, membersihkan dan merawat ibu kota. Tapi sayang, mereka tidak cocok dengan pemandangan ibu kota yang diinginkan Presiden Cina Xi Jinping. Sang presiden menginginkan ibu kota sebagai bahan pameran, yang sesuai dengan ambisi Cina untuk menjadi negara adidaya.

Beijing saat ini tengah sibuk menyempurnakan rencana lima tahunnya. Di antaranya adalah mengurangi populasi kota hingga 15% pada 2020. Ambisi ini diwujudkan dengan kebengisan tanpa henti.

Guna mewujudkan transformasi menjadi megacity, Beijing meluncurkan kampanye untuk menyingkirkan penghuni miskinnya.

Segenap lingkungan dilenyapkan. Seringnya, para penduduk miskin itu hanya diberi waktu beberapa hari saja untuk mengemas barang dan mendapatkan tempat tinggal baru.

Xin Jie (pr) adalah satu di antara mereka. Ia dipaksa untuk meninggalkan toko kelontongnya, dan pindah ke gubuk kecil. Sekarang, ia dipaksa untuk pindah lagi. Dengan tidak adanya tempat untuk barang-barangnya, Jie tak punya pilihan lain selain menjual semuanya.

“Pernyataan Presiden Xi Jinping di televisi terdengar cukup indah. Reformasi dan membuka negara,” kata Xin.

“Sekarang, lihat apa yang terjadi. Kami tidak lagi diizinkan untuk tinggal di Beijing. Aku harus mencari kota lain, mungkin Shanghai atau Guangzhou. Kami tidak dapat tinggal di Beijing lagi, sementara aku tidak punya tempat lain untuk pergi.”

101 East (program tv Aljazeera), melihat penggusuran massal 200.000 warga Beijing dari rumah mereka. Rumah-rumah itu dihancurkan paksa, meninggalkan pemiliknya menghadapi masa depan yang belum pasti. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

(Video) Legenda Sepak Bola Argentina, Diego Maradona: Hatiku Palestina