Home / Berita / Internasional / Asia / Kelompok Bersenjata Serang Pawai Militer Garda Revolusi Iran, 24 Tewas

Kelompok Bersenjata Serang Pawai Militer Garda Revolusi Iran, 24 Tewas

Evakuasi korban serangan terhadap parade militer Garda Revolusi Iran. (Al Jazeera)
dakwatuna.com – Teheran. Setidaknya 24 orang tewas dan 53 lainnya terluka setelah kelompok bersenjata menyerang parade militer Garda Revolusi Iran di kota Ahvaz, barat daya negara itu. Demikian sebagaimana dilaporkan oleh televisi pemerintah.

Mereka yang tewas dalam serangan Sabtu (22/09) hari ini tersebut termasuk anggota Garda Revolusi dan “wanita serta anak-anak” yang datang untuk melihat parade.

Ali Hosein Hoseinzadeh, wakil gubernur di provinsi Khuzestan mengatakan, dua penyerang tewas dan dua lainnya ditangkap.

“Beberapa pria bersenjata mulai menembak dari belakang stan selama pawai. Ada beberapa yang tewas dan terluka,” kata seorang koresponden pada televisi pemerintah.

Tidak ada kelompok yang segera mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. rangkaian tembakan diarahkan ke kerumunan pengawal berbaris, pengamat dan pejabat pemerintah yang menonton dari sebuah tribun terdekat.

Di Twitter, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengarahkan tudingan ke pada “rezim asing” tanpa mengidentifikasi yang mana.

Ia menulis: “Teroris yang direkrut, dilatih, dipersenjatai, dan dibayar oleh rezim asing telah menyerang Ahvaz. Anak-anak dan jurnalis termasuk jadi korban. Iran memegang sponsor teror regional dan tuan AS mereka bertanggung jawab atas serangan tersebut. Iran akan merespon dengan cepat dan tegas dalam membela kehidupan rakyat Iran.”

Mostafa Koshcheshm, komentator dan jurnalis politik yang berpusat di Teheran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa para petugas Garda Revolusi menyalahkan gerakan separatis Ahwazi, yang telah “dipelihara, didukung, dan dilatih oleh Arab Saudi”.

“Sudah beroperasi selama beberapa tahun terakhir, mereka mencari celah memotong dan memisahkan provinsi kaya energi, Khuzestan, dari Iran, yang persis apa yang ingin dilakukan oleh Saddam Hussein,” kata Koshcheshm.

Parade militer digelar untuk memperingati Perang Iran-Irak, yang berlangsung antara tahun 1980 dan 1988.

Media negara menggambarkan para penyerang sebagai “orang bersenjata Takifiri”, sebuah istilah yang sebelumnya digunakan untuk menggambarkan kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL).

Ahvaz adalah ibu kota provinsi Khuzestan yang kaya minyak di Iran. Dulu ada separatis Arab yang menyerang saluran pipa minyak di wilayah tersebut. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Iran Memanas, Baku Tembak Tewaskan 6 Orang