Home / Berita / Internasional / Asia / Kanada Bertekad Perjuangkan Keadilan untuk Muslim Rohingya

Kanada Bertekad Perjuangkan Keadilan untuk Muslim Rohingya

Pengungsi Rohingya mendirikan toko di dalam kamp pengungsian untuk bertahan hidup. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Ottawa. Anggota parlemen Kanada secara bulat menyatakan bahwa kejahatan yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya oleh militer Myanmar merupakan tindak pembersihan etnis, atau genosida.

Pada Kamis (20/09) kemarin, Gedung Parlemen Kanada menyetujui temuan tim pencari fakta PBB di Myanmar. Dalam temuannya, tim tersebut mengungkap adanya “kejahatan kemanusiaan terhadap Rohingya” dan tindakan itu disetujui oleh komandan militer Myanmar.

Dalam mosinya, legislator Kanada mengatakan mereka “mengakui bahwa kejahatan terhadap Rohingya merupakan genosida”.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia juga telah menuduh militer Myanmar melakukan pembunuhan di luar hukum, pemerkosaan massal dan pembakaran. Semua itu dilakukan selama kampanye berdarah yang diluncurkan Agustus tahun lalu.

Lebih dari 700.000 Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh pasca peristiwa tersebut. Saat ini mereka tinggal di kamp-kamp pengungsian sempit di perbatasan Bangladesh-Myanmar.

Para legislator Kanada juga mendesak DK PBB untuk merujuk kasus tersebut ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Selain juga menyerukan agar para jenderal Myanmar diselidiki dan dituntut “atas kejahatan genosida”.

“Aku ingin menekankan betapa tragisnya, betapa mengerikannya kejahatan terhadap Rohingya,” kata Menlu Kanada Chrystia Freeland. “Kami akan memimpin upaya internasional demi keadilan dan akuntabilitas untuk Rohingya.”

‘Sebuah tonggak penting’

“Gerakan bulat hari ini adalah langkah yang sangat penting dalam upaya tersebut.”

Sementara pengamat HAM menyebut deklarasi parlemen Kanada sebagai tonggak penting. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Saya Kenal Pembunuh Jamal Khashoggi

Organization