Home / Berita / Internasional / Asia / Ini Tuntutan Ulama Muslim Sedunia Terkait Tragedi Rohingya

Ini Tuntutan Ulama Muslim Sedunia Terkait Tragedi Rohingya

Seorang pengungsi Rohingya memotong rambut putranya di depan tempat tinggal mereka, jauh di dalam kamp Balukhali. Badan pengungsi PBB memperkirakan bahwa anak-anak merupakan 55 persen dari total populasi pengungsi. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Doha. Persatuan Ulama Muslim Sedunia (IUMS) mendesak PBB agar segera melimpahkan kejahatan Myanmar terhadap Muslim Rohingya ke Mahkamah Pidana Internasional. Tuntutan ini menyusul laporan PBB yang menyebut adanya kejahatan genosida terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

Dalam pernyataannya, IUMS mengaku mengikuti krisis yang menimpa masyarakat Muslim di Rakhine, Myanmar, sejak lebih dari 6 tahun. Selama itu mereka menderita sebab pembunuhan, pengusiran, pembantaian dan pemusnahan umat manusia.

Disebutkan, Rohingya merupakan minoritas yang paling tertindas di seluruh dunia saat ini. Hal itu akibat rasisme brutal yang didukung pemerintah Myanmar dan disaksikan seluruh dunia.

IUMS juga memberi apresiasi terhadap hasil penyelidikan komite PBB. Persatuan yang dipimpin oleh Syaikh Al-Qaradhawi itu juga mendesak agar hasil penyelidikan segera dilimpahkan ke Mahkamah Pidana Internasional. Tujuannya agar semua yang terlibat segera diseret ke pengadilan.

Lebih lanjut, IUMS juga menyeru seluruh pemimpin dunia Islam untuk mendukung penuh hal ini. Selain juga mengambil langkah-langkah diplomatik untuk mendukung tuntutan tersebut.

Sebelumnya tim pencari fakta PBB pada Senin lalu merilis laporan yang menyeru digelarnya investigasi terhadap panglima militer Myanmar dan 5 pejabat militer lainnya. Mereka diduga melakukan pidana pembersihan etnis terhadap Muslim Rohingya.

Laporan itu menyimpulkan bahwa tentara Myanmar melakukan tindak pidana kemanusiaan. Ini mencakup pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan, perbudakan, kekerasan terhadap anak-anak, dan perusakan desa. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Doa Dr. Thariq Suwaidan agar Syaikh Salman Audah Segera Dibebaskan