Home / Berita / Internasional / Afrika / Obama, Clinton hingga McCain Disebut Sebagai Anggota Ikhwanul Muslimin

Obama, Clinton hingga McCain Disebut Sebagai Anggota Ikhwanul Muslimin

Ahmed Moussa. (Daily Mail)
dakwatuna.com – Kairo. Dulu, Mantan Presiden AS Barack Obama disebut sebagai anggota Jamaah Ikhwanul Muslimin, begitu juga dengan Menlu AS kala itu, Hillary Clinton. Terbaru, pendukung As-Sisi ini menyebut mendiang Senator AS, John McCain sebagai Mursyid sesungguhnya Jamaah tersebut.

Tampaknya itu tidak masuk akal. Namun pernyataan itu keluar dengan sungguh-sungguh dari layar kaca. Mungkin saja ada yang percaya, mengingat saat ini kedustaan dan kejujuran senantiasa bercampur jadi satu.

Sumber dari perdebatan ini adalah seorang penyiar yang juga pendukung garis keras pemimpin kudeta Mesir, Abdul Fattah As-Sisi. Sosok penyiar itu bernama Ahmed Moussa. Ia dikenal sering memunculkan kontroversi dengan berbagai pernyataan, rumor dan tuduhannya.

Kali itu ia menyiarkan berita kematian John McCain beberapa hari lalu. Melalui program harian yang ia bawakan, Moussa memulai pernyataannya dengan kalimat “Mursyid sesungguhnya telah meninggal”.

Moussa senantiasa menggunakan setiap kesempatan untuk mengkritik Ikhwanul Muslimin, yang merupakan pendukung utama Muhammad Mursi. Seperti diketahui bersama, Mursi merupakan presiden Mesir yang digulingkan oleh As-Sisi pada Juli 2013 silam melalui kudeta berdarah.

Dalam pernyataannya, Moussa sama sekali tidak menyebut Mahdi Akif maupun Muhammad Badi’ sebagai Mursyid Ikhwan. Padahal, Mahdi Akif adalah mantan Mursyid sementara Badi’ adalah Mursyid Ikhwan saat ini.

Menurut Moussa, McCain adalah “pendukung utama kelompok Ikhwanul Muslimin.. Ia melindungi mereka, membuka pintu Kongres dan menentukan jadwal bagi mereka”.

Para petinggi Ikhwanul Muslimin, imbuh Moussa, juga menggelar shalat ghaib untuk McCain. Ikhwanul Muslimin kehilangan McCain, sekutu terkuat mereka, pungkas Moussa.

Warganet pun bereaksi atas pernyataan Moussa tersebut. Seorang di Twitter bahkan menyebutnya sebagai lelucon, dan bertanya apakah penyiar itu membuat ejekan untuk penonton atau dirinya sendiri.

Sementara seorang di Facebook menyebut Moussa dan timnya memerlukan psikiater. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Seorang Dokter Turki Ini Telah Mengoperasi Ribuan Mata di Afrika

Organization