Home / Berita / Internasional / Eropa / Banyak Kecaman, Kompetisi Kartun Nabi di Belanda Dibatalkan

Banyak Kecaman, Kompetisi Kartun Nabi di Belanda Dibatalkan

Pengunjuk rasa di Australia membawa poster Geert Wilders. (Independent)
dakwatuna.com – Amsterdam. Ketua Partai Kebebasan Belanda (PVV), yang juga dikenal sebagai politisi anti-Islam, Geert Wilders membatalkan rencana kompetisi kartun Nabi Muhammad saw. Rencananya tersebut mengundang kecaman luas secara internasional, bahkan hingga ada ancaman pembunuhan pada dirinya.

Pemerintah Belanda sendiri secara tegas menolak kompetisi itu digelar. Namun pemerintah juga tetap menghormati kebebasan berekspresi.

Sementara demonstrasi massa terjadi di Pakistan. Bahkan massa menuntut agar Islamabad memutus hubungan diplomatik dengan Amsterdam.

Wilders pada Kamis (30/08) sore waktu setempat mengatakan, “Aku memutuskan untuk menghentikan kompetisi kartun untuk menghindari risiko korban kekerasan Islam. Keselamatan manusia tetap prioritas.”

Politis yang juga dikenal anti-imigran itu menambahkan, dirinya tidak ingin kompetisi menjadi dalih untuk ‘kekerasan Islam’.

Menurut Associated Press, Wilders membatalkan kompetisi katun nabi setelah ada ancaman pembunuhan terhadapnya.

“Kampanye anti-Islam tidak akan aku hentikan. Namun bahaya bagi orang-orang tak bersalah, dan risiko serangan terhadap Belanda karena kompetisi itu sangat besar,” pernyataan Wilders, yang dikutip AP.

Penangkapan Pria

Kamis kemarin, seorang pria dihadapkan pada pengadilan dengan dugaan merencanakan pembunuhan terhadap Wilders. Pengadilan memutuskan menahan pria itu selama 14 hari dalam tahanan.

Penuntut Umum dalam pernyataannya menyebutkan, pria berusia 26 tahun itu “melakukan tindakan semi-teroris, merencanakan pembunuhan dan menghasut”.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyebut rencana kompetisi kartun nabi itu sebagai tindakan provokatif. Namun di waktu yang sama ia juga mendukung kebebasan berekspresi.

Kecaman keras juga datang dari Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi. Dikutip dari Republika, Menteri Retno menyampaikan keprihatinan dan mengecam rencana kompetisi itu kepada Menlu Belanda Step Blok. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mahathir Muhammad Kritik Kebijakan Trump