Home / Berita / Internasional / Eropa / Diduga Berencana Membunuh Geert Wilders, Seorang Pria Ditangkap Polisi Belanda

Diduga Berencana Membunuh Geert Wilders, Seorang Pria Ditangkap Polisi Belanda

Politisi Belanda anti-Islam, Geert Wilders. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Amsterdam. Polisi Belanda menangkap seorang pria yang diduga berencana melakukan pembunuhan terhadap Geert Wilders, Selasa (28/08). Diketahui, Wilders adalah politisi sayap kanan anti-Islam yang berencana menggelar kompetisi kartun Nabi Muhammad saw.

Menurut rilis kepolisian, pria tak dikenal itu ditangkap di stasiun kereta api utama di Den Haag.

Saat ini pria tersebut tengah diinterogasi dan dijadwalkan akan tampil di hadapan hakim pada Jumat mendatang, kata kepolisian dalam pernyataannya.

Menurut polisi, pria itu diketahui melalui sebuah video yang beredar di Facebook. Dalam video tersebut, pria 26 tahun itu berbicara tentang rencana menyerang anggota parlemen anti-Islam, Wilders.

Wilders, yang tahun depan menggelar kompetisi kartun Nabi, mengaku telah diberitahu oleh kepolisian kontraterorisme Belanda, NCTb, terkait hal tersebut.

“Aku diberitahu oleh NCTb pagi ini tentang seorang pria di Facebook yang mengatakan telah tiba di Belanda dengan tujuan membunuhku,” katanya di Twitter.

“Untungnya, dia telah ditangkap. Ini adalah kegilaan yang terjadi karena sekedar kontes menggambar, dan menimbulkan hujan ancaman pembunuhan.”

‘Provokatif dan tidak sopan’

Ketua Partai Kebebasan Belanda, atau PVV, Wilders dikenal karena pernyataan anti-Islamnya yang ganas.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menilai kompetisi yang digelar Wilders sebagai tindakan “tidak sopan” dan “provokatif”. Meskipun di sisi lain, Rutte juga membela kebebasan berekspresi.

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok juga mengatakan kompetisi itu bukan inisiatif pemerintah.

Perdana Menteri Pakistan yang baru terpilih Imran Khan berjanji untuk membawa masalah ini ke Majelis Umum PBB pada bulan September.

“Sangat sedikit orang di Barat yang memahami rasa sakit yang dirasakan Muslim akibat kegiatan penghujatan seperti itu,” kata Khan pada hari Senin. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Buntut Pembunuhan Khashoggi, Jerman Bekukan Penjualan Senjata ke Arab Saudi