Home / Berita / Internasional / Asia / Tentara Israel Tak Pernah Menyesal Membunuh Warga Palestina

Tentara Israel Tak Pernah Menyesal Membunuh Warga Palestina

Personil militer Israel. (alquds)
dakwatuna.com – Al-Quds. Mantan tentara Israel yang menembak mati seorang warga Palestina yang tengah terluka, mengaku tidak menyesali perbuatannya.

“Aku tahu bahwa yang aku telah lakukan adalah benar, dan aku melakukannya dengan kepala tegak,” kata Elor Azaria, saat wawancara dengan Israel Hayom, yang kutipannya dirilis pada Rabu (29/08).

“Aku tidak menyesalinya,” lanjut Azaria. “Dan jika waktu di Hebron lalu kembali terjadi, aku pastikan akan melakukan hal yang sama. Karena itu hal yang benar.”

Azaria menembak seorang Palestina tepat di kepalanya saat terjadi serangan di Hebron tahun 2016 silam. Padahal, korban saat itu tengah terluka dan tidak membawa senjata.

Aksi penembekan oleh Azaria tertangkap kamera seorang aktivis dengan kelompok hak asasi Israel, B’Tselem.

Azaria kemudian dijatuhi hukuman 18 bulan penjara setelah terbukti bersalah membunuh pria Palestina.

Namun pada September 2017, hukuman penjaranya dikurangi oleh Kepala Staf Angkatan Darat Israel Gadi Eizenkot menjadi 14 bulan. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kesaksian Warga Desa Kamboja Hempaskan Megaproyek Cina (Bagian 1)

Organization