Home / Berita / Internasional / Asia / Di Mesir, Ada Usulan Referendum ‘Ya atau Tidak’ untuk As-Sisi

Di Mesir, Ada Usulan Referendum ‘Ya atau Tidak’ untuk As-Sisi

As-Sisi tetapkan status darurat di Mesir. (aljazeera.net)
dakwatuna.com – Kairo. Mantan Prajurit dan Diplomat, Mashoum Marzouk mengusulkan referendum ‘ya atau tidak’ untuk keberadaan Abdul Fattah As-Sisi sebagai penguasa Mesir. Menurutnya, hal itu merupakan solusi untuk mengakhiri krisis politik negeri Piramida tersebut.

Disebutkan, dalam referendum nanti apabila penolakan mendapat 50%+1 suara, maka itu menjadi deklarasi konstitusi untuk menangguhkan konstitusi saat ini. dengan begitu, mandat As-Sisi akan berakhir, dewan perwakilan rakyat dibubarkan, dan pemerintah yang ada harus mengundurkan diri.

Inisiatif Marzouk, yang juga pendukung As-Sisi ini, juga menyerukan undang-undang amnesti yang komprehensif, serta kekebalan hukum bagi semua yang terlibat dalam fungsi pemerintahan dan legislatif sejak Revolusi Januari hingga awal mandat Dewan Transisi.

Kondisi politik di Mesir masih belum stabil menyusul kudeta berdarah pada Juni 2013 silam. Saat itu, Abdul Fattah As-Sisi memimpin penggulingan terhadap Presiden Sah Mesir Muhammad Mursi.

Sejak saat itu, rezim kudeta senantiasa meneror dan menangkapi para lawan-lawan politiknya, terutama dari unsur Jamaah Ikhwanul Muslimin. Seperti diketahui, Ikhwan merupakan pendukung utama Mursi.(whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mantan PM Israel Ini Akui Bunuh 300 Orang Palestina dalam 3,5 Menit