Home / Berita / Internasional / Asia / Penasehat Erdogan Tegaskan Turki bukan Ikhwanul Muslimin

Penasehat Erdogan Tegaskan Turki bukan Ikhwanul Muslimin

Yasin Aktay, penasehat presiden Erdogan. (arabi.21.com)

dakwatuna.com – Ankara. Penasehat presiden dari partai AKP Turki, Yasin Aktay mengatakan bahwa Turki bukanlah Ikhwanul Muslimin (IM), dan partainya tidak ada hubungan dengan organisasi tersebut.

Dalam wawancara dengan situs arabi21.com, Aktay menegaskan Turki sebagai negara yang menentang kudeta militer. Ia mengatakan tidak peduli siapa korban dari kudeta tersebut, yang jelas tindakan itu tidak dibenarkan.

“Kalau pun yang dikudeta secara militer ini adalah kubu liberal atau pun sekuler, sikap kami tetap, menentang kudeta,” jelas Aktay.

Ia kemudian menambahkan, “Turki berada di atas sebuah golongan, dan kami menentang ide golongan dalam politik.”

Menurut penasihat Erdogan ini, yang terjadi di Mesir bukanlah kudeta terhadap jamaah Ikhwanul Muslimin, melainkan kudeta terhadap kehendak rakyat Mesir, yang terdiri dari beragam faksi politik.

Aktay lalu mengambil contoh partainya AKP, yang merupakan partai terbuka terhadap beragam pandangan politik, termasuk liberal, sekuler maupun ideologi kiri.

AKP menurut Aktay, melihat Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi khusus yang memiliki peran positif dalam membentuk kesadaran Islam dan kezaliman yang menimpa mereka belum pernah terjadi sebelumnya.

Aktay kemudian mengatakan, “Kami membela hak dari IM, namun bukan berarti kami adalah IM. Kami membelanya karena secara fakta tidak ditemukan bukti apapun bahwa organisasi tersebut memiliki hubungan dengan teroris. Mereka bahkan dibunuh hingga ribuan orang gugur, dan lebih dari 60.000 orang anggotanya dipenjara padahal mereka tidak bersenjata.”

Penasehat Erdogan ini kemudian menilai teroris terbesar itu bukan pada IM, tapi justru dilakukan oleh kudeta itu sendiri. (msy/dakwatuna)

Redaktur: Muh. Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3,00 out of 5)
Loading...

Tentang

Wakil Direktur Studi Informasi Alam Islami (SINAI) Mesir 2008

Lihat Juga

Benarkah Erdogan Minta Bantuan Ekonomi ke Merkel? Ini Jawaban Menteri Jerman