Home / Berita / Opini / Pemimpin adalah Cerminan Rakyat

Pemimpin adalah Cerminan Rakyat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (collegeaffairs.in)

dakwatuna.com – Pilkada serentak baru saja usai dilaksanakan di sebagian wilayah Indonesia. Rabu, 27 Juni 2018, sebagian rakyat memilih calon pemimpinnya dalam pesta demokrasi tersebut baik tingkat kabupaten/kota maupun tingkat provinsi.

Perhitungan jumlah suara secara quick count dari berbagai lembaga survei telah mengumumkan hasilnya, hanya tinggal menunggu perhitungan real count dan pengumuman resmi dari pihak KPU sebagai lembaga independen penyelenggara Pilkada, maka pemimpin baru pun hadir.

Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memilih pemimpin. Seiring berjalannya waktu yang silih berganti, estafet kepemimpinan juga berganti dari satu pemimpin ke pemimpin selanjutnya, dari satu periode ke periode berikutnya. Dan setiap pemimpin memiliki karakter dan sikap yang berbeda dalam memimpin. Terkadang kita menemukan pemimpin yang amanah menjalankan roda pemerintahan, tidak jarang juga pemimpin bersikap culas terhadap roda pemerintahan dan rakyatnya.

Seperti yang sudah-sudah, menjadi suatu kebiasaan bagi sebagian kita rakyat yang dipimpin, mengkritik dan mengkritisi pemimpin kita dalam masa kepemimpinannya. Bahkan, ada juga yang sampai menghujat dan mencaci maki pemimpin yang dulunya ia dukung, puja, dan pilih. Namun karena kekecewaannya, ia balik menyerang, membenci dan marah, jika kita gunakan istilah anak muda sekarang lebih tepatnya “ dikecewakan pas lagi sayang-sayangnya” .

Namun demikian, kita jangan pernah lupa, bahwa pemimpin adalah cerminan dari yang dipimpin. Pemimpin yang baik untuk rakyat yang baik, pemimpin yang buruk untuk rakyat yang buruk. Kita harus ingat, bahwa pemimpin juga awalnya berasal dari rakyat biasa yang kemudian kita usung dan kita pilih untuk memimpin kita. Kita mempercayai bahwasanya orang tersebut dapat merealisasi dan menjalankan aspirasi dan adil dalam menyejahterakan kita dan lainnya. Kita seide dan sependapat dengan visi dan misi yang dikampanyekannya. Maka ketika ia jadi pemimpin dan membuat kesalahan, nasihatilah ia dengan baik sebagai bentuk tanggung jawab kita, karena sebelumnya, suara kita yang menghantarkannya pada posisi tersebut.

Dalam satu riwayat, Sultan Abdul Malik bin Marwan pada suatu hari Jumat berkata dalam khotbahnya: “Saudaraku-saudaraku dan rakyatku yang aku muliakan dan cintai! Kalian semua selalu menuntut aku agar memimpin dan berperilaku seperti Abu Bakar dan Umar bin Khaththab, padahal tidaklah kalian sadari bahwa kalian semua tidak berperilaku sebagaimana rakyat Abu Bakar dan Umar bin Khaththab? “.

Maka, alangkah baiknya bagi kita untuk bijak dalam memilih pemimpin yang akan memimpin kita bersama rakyat lainnya. Pelajari visi misi, track recordnya, dan program-program yang ditawarkan. Berdoalah kepada Allah agar Dia memberi petunjuk bagi kita untuk memilih pemimpin yang baik bagi nusa, bangsa, negara, dan agama. Semoga Indonesia semakin jaya. Aamiin. (dakwatuna/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab, UIN Syarif Hidayatullah

Lihat Juga

Panen Dukungan dan Elektabilitas Meningkat, Pasangan Nur-Adhi Mulai Diisengin Lawan

Organization