Home / Berita / Opini / Orang Munafik Lebih Berbahaya daripada Orang Kafir

Orang Munafik Lebih Berbahaya daripada Orang Kafir

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – Seperti yang kita tahu bahwa orang-orang kafir sangatlah berbahaya bagi umat Islam, karena mereka sangat memusuhi Islam dan umatnya dari zaman Rasul hingga sekarang.

Berbagai strategi mereka lakukan dalam memerangi Islam, baik secara terang-terangan maupun secara perlahan melalui ranah televisi atau media lainnya. Banyak acara-acara atau film yang mengandung unsur penghinaan akan Islam, lagu-lagu yang mengandung unsur pemujaan dewa dan penghinaan islam, produk-produk dagangan muslim seperti sajadah yang bergambar seperti hewan najis dalam Islam (anjing) dan masih banyak lagi. Media televisi berita kini sudah banyak yang menyudutkan Islam, bahkan menyudutkan para Ulama, memfitnah para ulama dimana memberikan asumsi dan presepsi negatif di kalangan masyarakat akan Islam.

Mereka ingkar akan adanya Allah dan memusuhi secara terang-terangan  umat yang beriman kepada Allah, namun bagaimana bagi orang-orang yang percaya dan beriman kepada Allah tapi mereka sebenarnya memusuhi umat yang percaya dan beriman kepada Allah dari belakang dan tersembunyi?

Sungguh, orang-orang tersebut termasuk kedalam orang munafik. Ketahuilah, orang munafik itu ialah lebih berbahaya dari orang kafir. Mengapa? Karena, orang kafir terang-terangan memusuhi Islam. Mereka tak lagi sembunyi. Sedangkan orang munafik? Mereka mengaku Islam, tetapi secara diam-diam mereka memusuhi Islam. Mereka mempunyai dua pedang di mana pedang pertama mereka gunakan untuk membela agama, dan pedang kedua mereka gunakan untuk menikam umat Islam.

Sungguh, mereka lebih berbahaya dari orang kafir. Bahkan Allah SWT. dalam Al-Quran cukup menjelaskan dan memberi penjelasan tentang orang beriman hanya dua ayat. Begitu pula tentang orang kafir. Allah hanya menjelaskan dalam Al-Quran tentang orang kafir hanya dua ayat. Sedangkan tentang orang munafik? Allah menjelaskan dalam Al-Quran tentang orang munafik dengan 13 ayat dalam surat Al-Baqarah, selain itu juga dalam surat Ali-Imron, An-Nisa, Al-Maidah, Al-Anfal, At-Taubah, Huud, Al-Ahzab, surat Muhammad, Al-Fath, Al-Hadid, Al-Hasyr, Al-Munafiqun dan At-Tahrim. Sungguh sangat lebih banyak dibandingkan dengan penjelasan ayat tentang orang beriman dan orang kafir.

Di Indonesia, banyak orang munafik yang tersebar di berbagai bidang. Bidang politik, pers, pemikir, pegawai, pengusaha, seniman, olahraga, bahkan agama. Ketika agama dan dakwah digunakan sebagai jembatan untuk memperoleh kedudukan dan mencari harta, di sanalah terdapat kemunafikan.

Banyak para Ulama yang menjadi munafik demi mendapatkan bantuan dana atau harta. Yang melelangkan agamanya demi harta. Jika kita lihat pada fenomena sekarang, para ulama sudah terpecah. Ada yang membela dan membantu terpilihnya orang kafir sebagai penguasa (gubernur) dan adapula yang membela agamanya dan kitabnya serta turun untuk menolak terpilihnya orang kafir sebagai penguasa (gubernur) sebagaimana yang dilarang dalam surat Al-Maidah ayat 51.

Mereka yang membela dan membantu terpilihnya orang kafir sebagai penguasa sesungguhnya mereka dibutakan oleh harta yang diberikan kepadanya. Mereka dibutakan oleh kekuasaan yang diberikannya. Mereka bertutur dan berbicara didepan media dan didepna umum bahwa orang kafir diperbolehkan menjadi pemimpin dengan berbagai ilmu dasar yang mereka lontarkan. Sehingga mereka secara tidak langsung merupakan tergolong sebagai orang munafik yang menggunakan agamanya untuk mendapatkan harta dan kekuasaan.

Tak hanya dalam kalangan para Ulama, kini banyak masyarakat yang tergolong secara tak langsung sebagai orang munafik. Mereka berkedok dan memakai topeng bahwa mereka adalah umat Islam yang turun dalam aksi bela Ulama, bela Agama, bela Al-Quran namun mereka dibutakan oleh harta dan menusuk dari belakang. Mereka memilih orang kafir tersebut sebagai pemimpin saat pemilihan umum serentak. Sungguh, mereka lebih berbahaya dibandingkan dengan orang-orang kafir.

Tak hanya itu, dalam kalangan pers dan reporter berita, kini banyak dari mereka yang beragama Islam namun ikut dan turut membantu upaya orang kafir dengan menyajikan berita yang tidak sesuai fakta dan realita di mana berita tersebut merupakan berita yang menyudutkan Islam.

Hanya demi pekerjaan dan gaji yang mereka dapatkan dari atasan, mereka merelakan agamanya sendiri dan mematuhi perintah dari atasan. Mereka tampil di depan media dan di depan umum, mereka bercerita seolah mereka ditindas dan diperlakukan tak layak (kekerasan) oleh umat Islam. Sungguh, mereka adalah orang-orang munafik yang tak lain lebih berbahaya dari orang kafir.

Semoga kita menjadikan semua ini sebagai hikmah dan pembelajaran bagi kita agar tidak termasuk kedalam golongan tersebut (orang-orang munafik) dan senantiasa memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Maha Pencipta, Allah SWT. Wallaahu A’lam. (dakwatuna.com/hdn)

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Seorang mahasiswi STEI SEBI, jurusan Perbankan Syariah semester 6.

Lihat Juga

Seorang Wanita Tangguh