Home / Berita / Internasional / Asia / Di Dalam Masjidil Haram, Pria Ini Justru Provokasi Umat Islam

Di Dalam Masjidil Haram, Pria Ini Justru Provokasi Umat Islam

Bukannya berdoa, pria UEA ini justru menghina sesama muslim di Masjidil Haram. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Riyadh. Sebuah video baru-baru ini menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video tersebut, tampak seorang pria mengenakan pakaian ihram tengah berjalan di dalam Masjidil Haram di Makkah al-Mukarraham.

Sekilas itu adalah hal yang biasa. Namun justru perilaku pria dalam video tersebut yang mengundang kemarahan warganet.

Bagaimana tidak, bukannya memanjatkan doa, pria itu justru melontarkan kalimat permusuhan kepada Qatar. Bahkan ia merasa gembira rakyat Qatar tidak dapat menjalankan ibadah umrah akibat pemboikotan.

Menurut pantauan Dakwatuna, Ahad (13/05), laman Aljazeera menyebut pria itu berasal dari Uni Emirat Arab. Hal ini tampak dari unggahan sebelumnya yang menampilkan foto si pria bersama dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Muhammad bin Zayed.

Tak ayal, video itu mengundang kemarahan luas dari warganet, terutama di Kawasan Teluk. Warganet yang kesal menilai perilaku pria dalam video itu tidak moral, dan memprovokasi sesama Umat Islam.

Hal itu sebagaimana disebutkan Fahd bin Abdulaziz. Melalui cuitannya, ia mengatakan, “Terlepas dari ketidakhormatannya pada tempat suci yang harus menjadi tempat menghadap Allah dan memohon ampunan serta keridhaannya. Terlepas dari provokasi murahan yang dialamatkan kepada saudara-saudara Qatar. Hal itu cukup menampilkan wajah baru Saudi.”

Kolumnis Qatar, Abdullah al-Athbah mengatakan, “Rakyat Qatar tidak dapat menjalankan ibadah Haji dan Umrah setelah prosesnya dipersulit. Dan hari-hari ini Masjidil Haram dihidupkan dengan cacian dan penghinaan dalam rangkat Krisis Teluk.”

Sementara Sharifah Mohannadi mengomentari video dengan menyebutkan, “Masjidil Haram adalah tempat tersuci di dunia. Ia tempat untuk mengangkat tangan berdoa untuk kebaikan serta memohon rahmat dan ampunan. Ini ada sosok datang dengan menyebut-nyebut pemimpin Qatar. Di mana keamanan Masjid?” (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kesaksian Warga Desa Kamboja Hempaskan Megaproyek Cina (Bagian 1)

Organization