Home / Berita / Internasional / Asia / Senator AS ke Bin Salman: Mending Bantu Gaza Daripada Banyak Bicara

Senator AS ke Bin Salman: Mending Bantu Gaza Daripada Banyak Bicara

Putra Mahkota Arab Saudi. (aa.com.tr/ar)

dakwatuna.com – Washington. Anggota Senat Amerika Serikat mengkritik keras pemimpin negara kaya di Timur Tengah, terutama Arab Saudi, yang seakan mendiamkan kesengsaraan di Jalur Gaza, Palestina.

Dalam agenda Konferensi Tahunan J-Street tersebut, Bernie Sanders juga mendesak Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Al Saud untuk lebih memperhatikan situasi di Gaza.

Bernie Sanders merupakan politisi partai Demokrat AS. Sebelumnya, ia pernah bersaing dengan Hillary Clinton untuk menjadi wakil Partai dalam Pilpres AS 2016 silam.

Dikutip Aljazeera.net, Rabu (18/04/2019), Sanders mengatakan, “Pangeran Bin Salman terakhir membeli kapal pesiar bernilai setengah miliar dolar karena ia menganggap kapal itu bagus. Sama seperti aku yakin istana yang ia miliki juga bagus.”

Istana Pangeran Bin Salman yang dimaksud Sanders adalah yang baru ia beli beberapa waktu lalu. Diduga rumah istana itu sebagai yang termahal di dunia senilai 300 miliar dolar.

Lebih lanjut, Sander menyarankan Bin Salman agar berhenti berbicara tentang kemiskinan di Gaza. Akan lebih baik baginya untuk melakukan tindakan nyata untuk mengentaskan kemiskinan di sana, imbuh Sanders.

“Berhentilah bicara soal kemiskinan dan kesengsaraan di Jalur Gaza, dan berbuatlah sesuatu untuk mengatasinya,” kata Sanders. “Aku dengar Raja Salman menyumbang dana 50 juta dolar untuk pengungsi Palestina. Itu tidak sedikit, tapi hanya 10% dari dana Pangeran untuk beli kapal pesiar.”

Sebelumnya, Raja Salman Al Saud dalam KTT Liga Arab baru-baru ini mengumumkan, pihaknya menyumbangkan dana sebesar 150 juta dolar untuk Dewan Wakaf Islam di Al-Quds. Selain itu, Saudi juga menyumbangkan 50 juta dolar untuk pengungsian Palestina.

Di waktu yang sama, Pusat Statistik Palestina mengumumkan hasil sensus yang mereka lakukan. Hasilnya, lebih separuh penduduk Gaza tahun 2017 lalu hidup dalam kemiskinan.

Selain itu, dalam laporan disebutkan, 53% penduduk Gaza adalah kaum miskin. Persentase kemiskinan di Gaza mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan salah satunya adalah blokade yang berlaku sejak 2007 silam. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Setelah Al-Quds, Israel Desak AS Restui Pencaplokan Dataran Tinggi Golan Suriah

Organization