Home / Berita / Internasional / Asia / Pengamat Israel: Assad Lindungi Israel Sejak 1967

Pengamat Israel: Assad Lindungi Israel Sejak 1967

Edy Cohen saat menyampaikan seminar di Cina. (shaam.org)

dakwatuna.com – Tel Aviv. Peneliti di Universitas Bar-Ilan Israel, Edy Cohen mengungkapkan sikap sesungguhnya Tel Aviv terhadap rezim Bashar Assad di Suriah. Ini ia sampaikan pasca serangan AS dan Sekutu ke Suriah beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir dari laman alkhaleejonline.net, Rabu (18/04/2018), Cohen melalui akun twitter-nya menyebut tengah berada di Cina untuk sebuah seminar di Universitas Hunan. Menurutnya, seminar kali itu mengangkat tema hubungan Israel dengan rezim Bashar Assad.

“Aku tengah memberi seminar tentang hubungan Israel dengan rezim Bashar Assad,” tulis Cohen.

Lebih lanjut, Cohen menyebut tidak ada negara yang menghendaki rezim Suriah itu jatuh. Bahkan, Israel sekalipun tidak menghendaki hal terjadi.

“Aku jelaskan kepada mahasiswa di Cina bahwa tidak ada negara yang menghendaki Bashar Assad jatuh,” lanjut Cohen. “Bahkan Israel sekalipun tidak menghendaki ia (Bashar, red) lengser.

Edy Cohen juga menjelaskan alasan di balik pernyataannya tersebut. Ia mengatakan, sejak tahun 1967 rezim Suriah (kala itu ayahnya Bashar Assad, red), merupakan penjaga keamanan di perbatasan Israel.

Cohen menjelaskan, “Sejak 1967 Assad telah melindungi perbatasan Israel. Tidak ada yang lebih baik darinya di Suriah. Jatuhnya Assad akan menjadi ancaman bagi keamanan nasional Israel.

Pernyataan Cohen tentu bertolak belakang dengan yang selama ini ditampilkan. Bahkan Rusia dan Iran, sebagai sekutu utama Bashar Assad, terus menuding Tel Aviv berusaha menjatuhkan rezim Suriah dengan memasok senjata kepada oposisi.

Beberapa waktu lalu, pasukan udara Israel juga menyerang bandara T-4 di Homs, Suriah. Serangan itu mengakibatkan beberapa pesawat tempur rusak dan 14 pasukan tewas yang diduga bagian dari pasukan Garda Revolusi Iran. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

PBB Putuskan Kirim Tim Investigasi Kejahatan Perang ke Gaza