Topic
Home / Berita / Internasional / Amerika / AS, Kanada dan 14 Negara-negara Eropa Usir Puluhan Diplomat Rusia

AS, Kanada dan 14 Negara-negara Eropa Usir Puluhan Diplomat Rusia

Inggris dan Rusia.

dakwatuna.com – Washington. Amerika Serikat, Kanada dan 14 Negara Eropa mengusir puluhan diplomat Rusia, Senin (26/03/2018). Disebutkan, tindakan ini dilatarbelakangi oleh keracunan yang menimpa mantan agen Rusia, Sergei Skripal di Inggris. Sementara Rusia berencana akan membalas tindakan tersebut.

Koresponden Aljazeera di Washington melaporkan, AS setidaknya mengusir 60 diplomat Rusia baik di kedutaan maupun perwakilan di PBB. Para diplomat diberi waktu tujuh hari untuk meninggalkan AS, dan akan menutup Konsulat Rusia di Seattle.

Dubes AS di PBB Nikki Haley menyebutkan, para diplomat Rusia itu melakukan tindakan spionase yang membahayakan keamanan nasional AS. Menurutnya, mereka yang diusir termasuk ke dalam 12 misi diplomatik Rusia di PBB.

Haley melanjutkan, tindakan pengusiran itu menjadi hukuman bagi Rusia. Ia menyebut Rusia bertindak merongrong stabilitas di seluruh dunia. Ia juga merinci beberapa tindakan Rusia yang dimaksud, seperti kekejaman di Suriah, tindakan ilegal di Ukraina, serta penggunaan senjata kimia.

Sementara itu, Dubes Rusia di Washington Anatoly Antonov mengatakan, tindakan AS ini berlebihan. Menurutnya pengusiran ini akan menghancurkan hubungan Rusia-AS. Ia juga menjamin negaranya akan melakukan hal yang sama.

Tindakan serupa juga dilakukan tetangga AS, Kanada. Disebutkan, Kanada juga mengusir empat diplomat Rusia.

Sedangkan Ketua Dewan Eropa Donald Tusk melalui konferensi pers di Bulgaria menyebutkan, 14 negara Eropa juga mengusir diplomat Rusia. Menurut Tusk, hal ini berkaitan dengan kasus Skripal, dan jumlah negara akan mungkin bertambah.

14 Negara Eropa itu adalah Jerman, Prancis, Italia, Belanda, Denmark, Finlandia, Swedia, Rumania, Polandia, dan Negara-negara Baltik. Sedangkan Ukraina mengusir 13 diplomat Rusia, sedangkan Uni Eropa memanggil Dubesnya di Moskow.

Menanggapi hal ini, Kemenlu Rusia menyebutnya sebagai tindakan provokasi. Melalui pernyataan resminya disebutkan, Moskow akan membalas tindakan tersebut.

Dari London, PM Rusia Theresa May menegaskan bahwa pengusiran diplomat Rusia dari Eropa dan Amerika adalah pesan agar Rusia menghentikan tindakannya yang melanggar hukum.

Sebelumnya Inggris juga telah mengusir 23 diplomat Rusia dari negaranya. Bahkan London juga menyeru negara-negara Eropa untuk turut memberi hukuman pada Rusia. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Figure
Organization