Home / Berita / Internasional / Asia / Sidang Darurat DK PBB Terkait Iran, Ajang Adu Kuat Rusia dan AS

Sidang Darurat DK PBB Terkait Iran, Ajang Adu Kuat Rusia dan AS

Salah Satu Sidang DK PBB. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – New York. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dijadwalkan akan menggelar sidang darurat untuk membahas situasi terkini di Iran, Jumat (05/01/2018). Dilansir dari Aljazeera.net, sidang darurat kali ini akan menjadi ajang adu kuat antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia, terkait legitimasi DK PBB untuk membicarakan soal demonstrasi massa yang terjadi di Iran baru-baru ini.

Sebelumnya, Ketua DK telah mengumumkan akan menggelar sidang darurat pada hari ini, Jumat (05/01). Disebutkan, sidang itu akan membahas situasi terkini di Iran itu merupakan hasil dari permintaan Dubes AS di PBB, Nikki Haley.

Pada Selasa (02/01) lalu, Haley meminta dua badan di PBB untuk menggelar sidang darurat guna membahas polemik di Iran. Keduanya yaitu DK PBB di New York dan Badan HAM PBB (UNCHR) yang bermarkas di Jenewa.

“Kita tidak bisa berdiam diri. Rakyat Iran menuntut kebebasan mereka. Semua yang mencintai kebebasan, harus mendukung tujuan mereka,” kata Haley.

Berbeda dengan AS, Rusia beranggapan bahwa situasi di Iran tidak perlu dibawa ke DK PBB. Moskow mengklaim sangat mungkin untuk meminta jajak pendapat guna menghalangi sidang agar tidak digelar.

Lebih lanjut, Rusia juga memberi peringatan pada AS agar tidak melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri Iran. “Kami peringatkan kepada AS dari segala upaya intervensi terhadap urusan dalm negeri Iran,” kata Sergey Ryabkov, Wakil Menlu Rusia.

Bahkan Moskow menyebut seruan AS untuk menggelar sidang darurat membahas Iran adalah tindakan yang tidak biasa di DK PBB. “Tindakan itu juga berbahaya dan merusak,” tambahnya.

Moskow juga berpandangan, demonstrasi di Iran tidak membahayakan keamanan dan stabilitas internasional. Maka itu seharusnya tidak dibawa ke DK.

Seperti diwartakan sebelumnya, demonstrasi anti pemerintah terjadi di Iran sejak akhir bulan Desember 2017 lalu. Hingga Kamis (04/01) kemarin, ada 24 korban tewas, puluhan terluka dan lebih 1000 orang ditangkap. Namun, pihak rezim di Iran mengumumkan bahwa demonstrasi telah berakhir dengan adanya sejumlah besar rakyat pro pemerintah yang turun ke jalan. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Rusia Kirim Sistem Rudal S-300 ke Suriah, Israel Kecewa