Home / Berita / Internasional / Asia / Demonstrasi Anti Pemerintah di Iran Meluas, Trump Berikan Dukungan

Demonstrasi Anti Pemerintah di Iran Meluas, Trump Berikan Dukungan

Presiden Donal Trump keluarkan pernyataan kontroversial terkait Al-Quds. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Teheran. Demonstrasi massa anti pemerintah mewarnai jalanan di beberapa wilayah di Iran. Massa tampak memprotes buruknya kondisi perekonomian dan maraknya pengangguran di negeri tersebut. Massa marah karena pemerintah lebih fokus pada masalah luar negeri.

Dikutip dari Aljazeera.net, Senin (01/01/2018), aksi protes pada mulanya meletus di kota terbesar kedua, kota Masyhad, Kamis (28/12/2017) lalu. Dalam sekejap, aksi protes pun menyebar ke seluruh kota yang ada.

Demonstrasi massa anti pemerintah yang meluas ini mengundang dukungan dari para rival Iran, tak terkecuali Amerika Serikat (AS). Dukungan datang bukan hanya dari Presiden Donald Trump. Namun juga dari kalangan politisi partai Republik.

Melalui akun twitter pribadinya, Trump menyampaikan dukungan kepada puluhan ribu massa yang turun ke jalanan Iran. Menurutnya, rakyat akan bijak melihat harta mereka dicuri (pemerintah Iran, red) dan digunakan untuk mendanai terorisme.

Hal senada juga disampaikan oleh duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley. Ia mengatakan, “Pemerintah Iran sedang menghadapi ujian dari rakyatnya. Semoga Tuhan memenangkan kebebasan dan hak asasi manusia.”

Selain itu, senator partai Republik, Lindsey Graham, juga turut menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, Trump harus menyampaikan kepada publik tentang pentingnya peninjauan kembali kesepakatan nuklir Iran. “Presiden Trump menyampaikan simpati kepada rakyat Iran. Tapi itu tidak cukup. Ia harus melakukan tindakan,” lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengecam sikap para politisi AS, terutama Trump. Menurutnya, Presiden AS itu tidak berhak bersimpati kepada rakyat Iran.

“Orang Amerika itu hari ini menyampaikan simpati pada rakyat kami. Tapi sepertinya ia lupa bahwa enam bulan lalu ia menyebut bangsa Iran sebagai teroris. Orang yang benar-benar menentang rakyat Iran tidak berhak mengasihaninya,” lanjut Rouhani. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

PBB: 70 Persen Warga Yaman Menderita Kelaparan

Organization