Home / Berita / Internasional / Amerika / Trump Ancam Akan Hentikan Bantuan ke Otoritas Palestina

Trump Ancam Akan Hentikan Bantuan ke Otoritas Palestina

Presiden Amerika Donald Trump secara sepihak menetapkan Al-Quds ibukota Israel. (aljzeera.net)

dakwatuna.com – New York. Presiden Amerika Donald Trump melalui akun pribadinya di Twitter menuliskan, akan menghentikan bantuan dana untuk Otoritas Palestina. Langkah ini diambil setelah menilai pihak Palestina tak lagi menginginkan pembicaraan damai.

“Kami membantu Palestina ratusan juta dolar setiap tahunnya, dan kami tidak dapatkan apresiasi ataupun penghormatan. Mereka bahkan tidak ingin menegoisasikan kesepakatan damai yang diulur-ulur oleh Israel,” tulis Trump melalu akun twitter.

Ia kemudian melanjutkan tulisannya, “Palestina jelas tidak menginginkan perundingan damai. Lalu kenapa kami harus memberikan bantuan dana yang semakin lama semakin membengkak?”

Sebelumnya diberitakan, dubes Amerika di PBB Nikki Haley secara terbuka mengatakan, Amerika Serikat akan menghentikan bantuan dananya kepada organisasi UNRWA, sebagai upaya menakan pihak Palestina agar kembali untuk berunding dengan Israel.

Kepada para wartawan, Nikki menjawab pertanyaan seputar hal ini, “Sebenarnya, presiden secara prinsip tidak ingin memberikan dana bantuan tambahan, sampai Palestina sepakat untuk kembali ke meja perundingan.” Perlu diketahui bahwa Amerika merupakan pendonor utama terhadap UNRWA, berdasarkan laporan yang dirilis kantor berita reuters.

Menanggapi sikap AS belakang ini, pejabat Palestina menegaskan bahwa Washington bukan lagi sebagai mediator yang bersih dan terpercaya untuk mewujudkan perdamaian. Pernyataan sepihak Trump pada 6 Desember 2017 lalu telah mencoreng citra Amerika, dengan menjadikan Al-Quds ibukota Israel yang diikuti dengan proses pemindahan kedutaan AS ke kota terjajah itu.

Sumber: Aljazeera.net

Redaktur: Muh. Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Wakil Direktur Studi Informasi Alam Islami (SINAI) Mesir 2008

Lihat Juga

Mantan PM Israel Ini Akui Bunuh 300 Orang Palestina dalam 3,5 Menit