Home / Berita / Internasional / Asia / Wisata Rohani Rakyat Turki ke Al-Quds Dinilai Ancaman bagi Israel

Wisata Rohani Rakyat Turki ke Al-Quds Dinilai Ancaman bagi Israel

Para Wisatawan Turki. (turkpress.co)

dakwatuna.com – Ankara. Seorang sumber dari pihak keamanan Israel, turut bicara terkait maraknya wisata rakyat Turki ke Al-Quds dan tempat-tempat suci lainnya di Palestina. Menurutnya, hal itu merupakan sumber ancaman keamanan bagi Israel. Bahkan, bisa saja wisata itu dijadikan wahana untuk memasok pendanaan kepada Gerakan Pergerakan Islam (Hamas), tambahnya.

Kepada surat kabar Israel Hayom, sumber menyebutkan bahwa persepsi yang terbangun menunjukkan peran Turki dalam memberikan ancaman keamanan pada Israel.

Ancaman yang diberikan Turki, tambahnya, berupa dukungan mereka kepada sayap militer Hamas, Brigade Al-Qasam. Selain itu juga berupa bantuan Turki dalam mempengaruhi situasi di Al-Quds dan kedaulatan Israel di sana.

“Turki telah menjadi basis untuk mengarahkan operasi militer yang menargetkan Israel di Tepi Barat dan Gaza,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan, “Ankara telah melanggar komitmennya dalam perjanjian rekonsiliasi. Di sana mereka berjanji untuk tidak membiarkan Hamas untuk mengeksploitasi wilayahnya untuk mengarahkan operasi militer yang menargetkan Israel.”

Bahkan, sumber menuding Hamas memanfaatkan kebebasan di Turki untuk merekrut para pelajar Palestina di sana untuk gabung ke barisannya. Menurutnya, para pelajar yang direkrut kemudian dikirim ke Lebanon untuk berlatih sebelum terlibat aktif dalam perang untuk Hamas.

Selain para pelajar, Hamas juga memanfaatkan para pegawai di lembaga-lembaga sosial untuk direkrut. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi berbagai kegiatan Hamas, terutama dalam hhal pendanaan.

Terkait tudingan wisata rakyat Turki ke Al-Quds yang disebut sebagai ancaman, sumber menyatakan bahwa para wisatawan itu mentransfer dana kepada para aktivis Hamas.

Sumber menambahkan, para wisatawan Turki memainkan peran penting dalam peristiwa Al-Aqsha baru-baru ini. Hal itu, lanjutnya, dibuktikan saat sebagian wisatawan ditangkap oleh pihak berwajib.

Menurut sumber, pihak keamanan Israel menangkap seorang agen perjalanan Turki, Orhan Biruk. Biruk diketahui juga sebagai aktivis Turki yang bekerja untuk kepentingan Masjid Al-Aqsha. (whc/dakwatuna))

Sumber: Turk Press

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Usulan Model untuk Dewan Pengawas Syariah di Lembaga Keuangan, Studi Kasus pada Negara Turki