Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Berharaplah Kepada-Nya

Berharaplah Kepada-Nya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (ariestamerdeka.wordpress.com)
Ilustrasi. (ariestamerdeka.wordpress.com)

dakwatuna.com – “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia” (Ali bin Abi Thalib)

Kalimat diatas mungkin sudah tidak asing terdengar di telinga. Namun mengapa terkadang bahkan seringkali terjebak dalam problematika yang sama. Berharap pada manusia. Seolah menjadikan manusia tempat satu-satunya bergantung, mencurahkan keluh kesah bahkan sebagai sang penyelamat kehidupan.

Duhai manusia, tidakkah kau sadar siapa yang memberimu hembusan nafas sampai detik ini? Tak dapat terhitung berapa liter oksigen yang Dia berikan secara gratis dengan kualitas terbaik. Namun tak jarang manusia tetap mengeluhkan hidupnya. Terlebih masih banyak yang menggantungkan harapan kepada selain-Nya.

Berharap pada manusia. Seringkali dibuatnya menghela nafas dalam-dalam. Kesal, kecewa, kemudian timbul rasa dendam. Tumbuhlah benih-benih penyakit hati yang merusak keimanan. Manusia tempatnya khilaf dan hatinya dapat berbolak-balik. Saat ini mungkin menjadi manusia sempurna yang membuat nyaman, tetapi siapa yang bisa menjamin esok lusa ia akan bersikap sama?

Ikhwah fillah.. Marilah muhasabah diri. Masihkah ada rasa berharap pada manusia dalam hati kita? Jika ada maka segeralah kembali. Gantungkan segala keluh kesah dan harapan hanya pada Nya, Rabb semesta alam. Ungkapkan semuanya dalam sujud di sepertiga malam. Karena sujud adalah saat terdekat bagi seorang hamba dengan Rabbnya. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Mahasiswa Akuntansi Syariah sekaligus penerima manfaat beasiswa EKSPAD (Ekonomi syariah pelopor pembangunan daerah) di STEI SEBI Depok. Aktif dalam organisasi Islamic Economics Forum (IsEF SEBI). Mempunyai motto hidup “Pelaut yang hebat tidak dilahirkan di laut yang tenang”.

Lihat Juga

Harapan Masih Ada

Figure
Organization