Home / Berita / Internasional / Australia / (Video) Seorang Anggota Parlemen Australia: Kita Dalam Bahaya Dibanjiri Muslim

(Video) Seorang Anggota Parlemen Australia: Kita Dalam Bahaya Dibanjiri Muslim

Pauline Hanson dalam pidatonya yang bernada Islamofobia di Parlemen Australia, Rabu (14/9/2016). (abc.net.au)
Pauline Hanson dalam pidatonya yang bernada Islamofobia di Parlemen Australia, Rabu (14/9/2016). (abc.net.au)

dakwatuna.com – Anggota Parlemen Australia dari Partai Satu Bangsa (ONP), Pauline Hanson, membuat pernyataan yang bernada Islamofobia di gedung Parlemen Australia, Rabu (14/9/2016).

“Sekarang kita sedang dalam bahaya dibanjiri oleh muslim yang membawa budaya dan ideologi yang tidak sesuai dengan milik kita”, ujar Pauline sebagaimana terekam dalam siaran video situs ABC News.

“Jika Anda (muslim, red) tidak siap untuk menjadi orang Australia dan memberikan negara ini loyalitas penuh, mematuhi hukum kami, menghormati budaya kami, dan cara hidup, maka saya sarankan Anda untuk kembali ke tempat di mana Anda berasal”, tambahnya.

Bersamaan saat Pauline menyampaikan pidato pertamanya tersebut, anggota parlemen berhaluan kiri dari Partai Hijau Australia melakukan walkout. Dalam akun Twitternya, Partai tersebut menyatakan “tidak ada tempat untuk rasisme di Australia”.

Pauline melanjutkan, “Mufti dan pemimpin muslim lainnya menulikan telinga dengan kebisuan atau kurangnya simpati. Radikalisasi terjadi di jalan-jalan kita.”

“Oleh karena itu saya minta menghentikan imigrasi muslim lebih lanjut dan melarang burka sebagaimana yang mereka lakukan di banyak negara di seluruh dunia”, tegasnya.

Pauline Hanson adalah anggota parlemen berhaluan kanan yang pernah dipenjara pada tahun 1998 karena dinilai terbukti bersalah berbuat curang dalam mendaftarkan partainya pada pemilu setempat. Sedangkan Partai Satu Bangsa adalah partai yang dikenal rasis dan antipendatang dari Asia. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

Ketua Parlemen Turki: Dollar Satu-satunya Sekutu AS