Home / Berita / Internasional / Asia / Ketua Parlemen Turki: Dollar Satu-satunya Sekutu AS

Ketua Parlemen Turki: Dollar Satu-satunya Sekutu AS

PM. Turki, Binali Yildrim. (arabi21.com)

dakwatuna.com – Jenewa. Ketua Parlemen Turki, Binali Yildrim, pada Sabtu (13/10/2018) mengatakan bahwa AS sedang kehilangan semua sekutunya. Ia mengatakan bahwa satu-satunya sekutu yang tersisa untuk AS adalah Dollar Amerika Serikat. Pernyataan tersebut ia sampaikan di sela-sela pertemuan konsultatif Persatuan Parlemen Negara-negara Anggota OKI – PUIC di Jenewa, Swiss.

Bildrim yang juga merupakan Perdana Menteri Turki ke 27 berkata, “AS sedang kehilangan sekutu-sekutunya dari seluruh dunia. Akan tetapi, satu-satunya sekutu yang akan setia pada mereka adalah Dollar Amerika Serikat.”

Ia menegaskan bahwa Turki telah berusaha maksimal membantu warga Suriah agar tenang dan damai. Beberapa langkah yang telah dilakukan oleh Turki adalah dengan Operasi ‘Perisai Efrat’ dan Operasi ‘Ranting Zaitun’ di Suriah Utara. Terbukti, banyak teroris telah lumpuh di kawasan tersebut.

Yildrim menambahkan, “Saat ini Turki berusaha mengusir teroris (YPG) dari kawasan Manbij, wilayah Utara Suriah. Akan tetapi AS malah mepersenjatai kelompok teroris PKK/YPG/PYD. Ketika kami bertanya mengapa AS melakukan hal tersebut? Mereka (AS) malah mengatakan bahwa bantuan senjata ini untuk melawan ISIS.

“Bekerjasama dengan salah satu kelompok teroris untuk melawan kelompok teroris lain adalah sebuah kesalahan besar.” tegas Yildrim. Ia juga menyinggung usaha AS untuk menghilangkan Palestina dengan menutup jalur bantuan kesana.

Seperti yang diketahui, pada awal tahun 2018 Presiden AS, Donald Trump, mengurangi jumlah bantuan untuk Palestina yang akan disalurkan melalui Badan Bantuan Palestina (UNRWA). Dari awal sejumlah 365 juta Dollar AS menjadi 125 juta Dollar AS saja. Akan tetapi, pada akhirnya bantuan yang diberikan hanya 60 juta Dollar AS. (sb/anadolu/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Lagi, Turki Kirim Tentaranya ke Suriah