Home / Berita / Internasional / Asia / Presiden Erdogan Imbau Negara-negara Islam Bersatu Melawan Teroris

Presiden Erdogan Imbau Negara-negara Islam Bersatu Melawan Teroris

Presiden Erdogan (aa.com.tr)
Presiden Erdogan (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Turki. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mendesak negara-negara Islam untuk mengambil sikap bersama menghadapi aksi terorisme dan organisasi radikal, sebagaimana disampaikan dalam pidato penutupan Pertemuan Menteri Kesehatan Negara-negara OKI di Istanbul pada Kamis kemarin (19/11/2015).

“Kita (negara-negara Islam) harus bergandengan tangan, memiliki pendirian dan prinsip yang jelas terhadap organisasi teroris seperti Daesh (ISIS), Al-Qaidah, dan Boko Haram, yang mengatasnamakan Islam untuk membahayakan umat (muslim).”

Menurutnya, negara-negara Islam yang hadir dalam KTT G20 di Turki awal pekan ini telah sepakat untuk berjuang bersama melawan “gerakan radikal”. Erdogan mengatakan bahwa istilah/terma Islam, Muslim, Mujahid, dan Syariah saat ini harus diselamatkan dari penyalahgunaan oleh kelompok teroris.

Negara-negara Islam harus bersama-sama menggagalkan permainan berbagai kekuatan yang menumpahkan darah dan menghina umat (Islam), serta harus membuang bayang-bayang organisasi teroris pada masa mendatang, tekan Erdogan.

Tanggung jawab besar saat ini mesti dipikul negara-negara yang bergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI), karena mesti disadari dunia dan umat Islam sedang berada di tengah-tengah pusaran krisis, khususnya masalah pengungsi dan kekerasan.

Selain tragedi kemanusiaan berkelanjutan di beberapa negara Islam, seperti Suriah dan Palestina, umat Islam juga menghadapi fenomena kebangkitan sikap rasis dan kebencian terhadap Islam. Erdogan menegaskan martabat umat Islam di seluruh dunia tidak seharusnya dibiarkan dikorbankan oleh segelintir kelompok teroris. (rem/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Agency

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization